
Pelabuhan Sehat Bandar Bentan Telani tanam 1.000 bibit bakau untuk perkuat ketahanan pesisir

Bintan (ANTARA) - Dalam beberapa dekade terakhir, kawasan pesisir menghadapi tekanan yang semakin besar, seiring dengan degradasi ekosistem hutan bakau akibat konversi lahan dan pembangunan.
Data menunjukkan bahwa Indonesia bahkan telah kehilangan jutaan hektar hutan bakau sejak 1980-an, dengan sekitar 700 ribu hektare lainnya kini berada dalam kondisi rusak.
Di tengah kondisi tersebut, rehabilitasi mangrove menjadi langkah penting, mengingat perannya sebagai benteng alami pesisir yang mampu menahan abrasi, menyerap karbon, serta menjaga keberlangsungan keanekaragaman hayati di wilayah pantai.
Momentum Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April dimanfaatkan sebagai pengingat akan pentingnya peran tersebut.
"Pelabuhan Bandar Bentan Telani Feri Terminal (BBT) sebagai salah satu pelabuhan sehat yang terletak di Lagoi, Bintan Utara, Provinsi Kepri melakukan aksi menanam 1.000 bibit bakau sebagai bagian dari inisiatif menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan pelabuhan tersebut," jelas Ray Manaek selaku ketua umum forum pelabuhan sehat BBT dalam keterangan saat dilakukannya kegiatan tersebut, Jumat.

Hutan bakau dikenal memiliki fungsi ekologis yang signifikan. Selain mampu menahan abrasi, vegetasi ini juga berperan sebagai penyerap karbon dan habitat bagi berbagai jenis biota laut.
Karena itu, keberadaan mangrove tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada keberlanjutan aktivitas ekonomi di wilayah pesisir.
Melalui program pelabuhan sehat, bersama sejumlah pemangku kepentingan berupaya mengintegrasikan aspek operasional pelabuhan dengan perlindungan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Ray menekankan bahwa pengelolaan pelabuhan BBT yang merupakan pintu masuk wisatawan internasional ke kawasan wisata Bintan Resorts tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab menjaga ekosistem di sekitarnya.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari forum pelabuhan sehat BBT Lagoi yang termasuk didalamnya adalah instansi CIQP, aparat keamanan dari TNI angkatan laut, kepolisian setempat hingga pengelola kawasan pariwisata Bintan Resorts beserta sejumlah karyawan dan gabungan karyawan aktivis lingkungan hidup serta pelaku industri wisata Bintan Resort.
Keterlibatan lintas sektor tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kualitas lingkungan, khususnya di kawasan strategis seperti pelabuhan.
Kolaborasi dengan salah pelaku industri wisata Treasure Bay Bintan yang memberi kontribusi dalam hal pengadaan bibit bakau menciptakan sinergi yang tidak hanya memperkuat implementasi program, tetapi juga membangun ekosistem kerja sama yang berkelanjutan.
Penanaman bibit bakau ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial memperingati hari bumi saja, tetapi berlanjut pada pemantauan dan perawatan agar mangrove dapat tumbuh optimal.
Ke depan, langkah-langkah serupa dinilai perlu terus diperkuat, mengingat semakin pentingnya menghadapi tantangan perubahan lingkungan untuk kelestarian bumi bagi generasi yang akan datang.
Tentang Pelabuhan Sehat Bandar Bentan Telani
Pelabuhan Sehat Bandar Bentan Telani berlokasi di dalam kawasan pariwisata Bintan Resorts, Utara Pulau Bintan, Provinsi Kepri, yang merupakan akses pintu utama wisatawan dari Singapura ke kawasan wisata Bintan Resorts.
Pelabuhan ini dilayani oleh feri katamaran berkecepatan tinggi melayani penyeberangan melintasi Selat Singapura dalam waktu sekitar 55 menit dari Tanah Merah Ferry Terminal (TMFT), yang berlokasi bersebelahan dengan Bandara Changi di Singapura.
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
