
PMA Bangun PLTU Rp1,5 Triliun di Batam

Batam (ANTARA News) - Konsorsium Penanam Modal Asing (PMA) dari Malaysia, China dan Taiwan yang tergabung dalam PT Tria Talang Emas (TTE) membangun pembangkit listrik tenaga batubara di Batam dengan nilai investasi mencapai Rp1,5 triliun.
Direktur Utama PT TTE Datok Chris di Batam, Jumat, mengatakan pembangkit tenaga uap itu berkapasitas empat kali 30 mega watt.
"Apabila semua lancar, tahun 2013 PLTU akan mulai beroperasi," kata Chris.
Ia mengatakan seluruh proses perizinan sudah selesai dan tinggal menunggu selesainya pembangunan instalasi PLTU.
Mengenai pasokan batu bara sebagai bahan bakar PLTU, ia mengatakan akan diperoleh dari anak perusahaan PT Tria Talang Emas yang bergerak di sektor penambangan batu bara di Kalimantan Selatan.
"Perusahaan kami mampu memasok kebutuhan batu bara hingga 720.000 ton per tahun," kata dia.
Ia juga menjanjikan harga batu bara yang dipasok anak perusahaan PT Tirta Talang Emas lebih murah dari pasaran.
Sementara itu, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan Batam, kebutuhanlistrik di Kota Batam terus meningkat, seiring dengan pertambahan julah penduduk dan industri.
"Kebutuhan listrik rumah tanggal akan terus meningkat setiap tahun. Sementara kebutuhan listrik industri, tergantung iklim investasi. Namun, kebutuhan yang akan datang pasti lebih besar," kata Wali Kota.
Batam, kata Wali Kota, akan terus dikembangkan sebagai kawasan Industri alih kapal dan pariwisata, sehingga masih sangat membutuhkan listrik sebagai inftastruktur pendukung untuk investasi. (Y011/M019/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
