
Harga Cabai di Tanjungpinang Kembali Turun

Tanjungpinang (ANTARA News) - Harga cabai berbagai jenis asal Pulau Jawa yang dijual pedagang sayur-mayur di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau kembali turun.
Sejak empat hari lalu hingga sekarang cabai merah dijual dengan harga Rp25.000/kg, cabai rawit Rp24.000/kg dan cabai hijau Rp16.000, kata pegadang sayur-mayur di Pasar Baru, Tanjungpinang, Eli, Selasa.
"Sebelumnya, harga cabai merah dan cabai rawit mencapai Rp28.000/kg, sementara cabai hijau dijual dengan harga Rp20.000/kg," ungkapnya.
Sedangkan harga cabai merah kering dari India yang dijual pedagang sayur-mayur di Tanjungpinang Rp37.000/kg. Harga cabai merah kering sejak awal 2011 relatif stabil dibanding harga cabai jenis lainnya.
Harga cabai merah kering sempat bertahan Rp45.000/kg pada Januari-Februari 2011, sebelum Imlek, sedangkan harga cabai jenis lainnya melambung tinggi. Cabai merah kering sempat diburu konsumen ketika harga cabai merah dan rawit tinggi.
"Harga cabai merah kering mulai turun pada akhir Maret 2011," ujarnya.
Hal senada dikatakan Upik, salah seorang pedagang sayur-mayur di Pasar Baru, Tanjungpinang. Menurut dia, harga cabai merah, rawit dan cabai hijau hampir setiap hari turun Rp1.000-Rp2.000 sejak awal Maret 2011.
"Cabai merah pada bulan lalu sempat dijual Rp50.000/kg, sekarang turun drastis menjadi Rp25.000/kg. Biasanya harga cabai merah dan rawit sama, namun hari ini harga cabai rawit lebih murah," katanya.
Upik mengatakan, kemungkinan harga cabai merah asal Pulau Jawa tersebut kembali turun dalam pekan ini, karena persediaannya cukup memadai. Distribusi cabai merah selama bulan ini tidak mengalami hambatan yang berarti.
Bila dibandingkan dua tahun lalu hingga awal 2010 harga cabai merah yang dijual kepada konsumen masih cukup mahal, karena harganya pada saat itu tidak mencapai Rp10.000/kg.
"Permintaan cabai merah tidak mengalami perubahan, karena sejak pertengahan tahun lalu 2010 rata-rata cabai merah terjual 10 kg dalam sehari," ujarnya.(ANT-NP/A023/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
