Logo Header Antaranews Kepri

Warga Keluhkan BBM SPBU Karimun Terputus

Sabtu, 9 April 2011 18:22 WIB
Image Print

Karmun (ANTARA News) - Pengguna kendaraan bermotor di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengeluhkan terputusnya pelayanan stasiun pengisian bahan bakar umum satu-satunya Pulau Karimun Besar.

"Kami menjadi kesulitan mendapatkan bensin dengan kualitas terjamin dan harga standar karena sejak Jumat (8/4) sore persediaan di SPBU itu terputus,'' kata Bujang, sopir angkot, Sabtu petang.

Bujang menuturkan terpaksa membeli bensin untuk angkot miliknya di kios eceran. Harga bensin di pengecer jauh lebih mahal dari SPBU, sekitar Rp.120.000 per kaleng, sedangkan di SPBU hanya Rp90.000.

''Buruknya pelayanan SPBU merugikan angkutan umum. Biaya bahan bakar meningkat sementara tarif penumpang tetap. Kami para sopir harus nombok untuk membayar setoran,'' ucapnya.

Dia menilai pelayanan SPBU buruk karena putusnya pasokan bensin bukan yang pertama, tetapi juga terjadi pada pada pekan lalu.

''Aneh kalau setiap akhir pekan pasokan bensin habis, kami tidak habis pikir bagaimana sistem pendistribusiannya,'' ucap Bujang.

Hal yang sama diungkapkan Adi, tukang ojek yang mengaku membeli bensin di kios-kios karena pasokan SPBU terputus.

''Pasokan bensin di SPBU habis sejak Jumat sore kemarin, saya sudah tiga kali bolak-balik, tapi masih habis. Karena bensin motor habis, saya terpaksa beli di kios yang harganya lebih mahal,'' katanya.

Menurut Adi, putusnya persediaan bensin di SPBU janggal karena stok di kios-kios sangat banyak.

''Kalau alasannya pasokan terputus, kenapa di kios-kios masih banyak. Apalagi putusnya pasokan bensin terjadi setiap akhir pekan. Kalau dihitung-hitung, dalam sebulan ini sudah tiga kali SPBU tutup,'' ucapnya.

SPBU satu-satunya di Pulau Karimun Besar yang terletak di Jalan Poros itu tutup sejak Jumat sore, sehingga sejumlah kendaraan roda dua dan empat, baik pribadi maupun angkutan umum berbalik arah setelah membaca pengumuman bensin habis di pintu masuk SPBU.

Manajer PT Ology Karimun Bumi Sukses, anak perusahaan Perusda Karimun, Yuswar Yahya Nati saat tidak berhasil dikonfirmasi karena telepon selulernya sedang tidak aktif.

(ANT-RD/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026