Bupati Bintan sebut pariwisata makin menggeliat pasca pandemi

id Okupansi hotel

Bupati Bintan sebut pariwisata makin menggeliat pasca pandemi

Bupati Bintan, Roby Kurniawan. (Ogen)

Bintan (ANTARA) - Bupati Bintan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Roby Kurniawan menyebutkan bahwa sektor pariwisata di kawasan tersebut makin menggeliat pasca pandemi.

Menurut Roby, okupansi hotel di kawasan wisata Bintan kini mencapai di atas 70 persen pada saat akhir pekan.

"Namun kalau hari kerja, okupansi hotel memang masih rendah, ini yang menjadi pekerjaan rumah kita bersama di Bintan," kata Bupati Roby Kurniawan di Bintan, Senin.

Roby meminta pelaku wisata di Bintan lebih kreatif dan berinovasi mengembangkan pariwisata agar mampu menarik lebih banyak wisatawan, terutama turis asing, agar datang ke daerah tersebut.

Apalagi, katanya, saat ini pariwisata Bintan harus bersaing ketat dengan salah satu destinasi resort dan pantai Desaru di negara tetangga, Malaysia.

"Makanya, kita dorong kolaborasi Pemkab Bintan dan pelaku wisata memperbanyak event bertaraf internasional guna mendatangkan lebih banyak wisman kemari," ujar Roby.

Roby menambahkan, pasca pandemi, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bintan belum sepenuhnya pulih, namun jumlah kunjungan wisman pada 2023 menunjukkan kenaikan jika dibanding pada 2022 lalu.

"Wisman ke Bintan masih dominan dari Singapura," ujarnya.

Sementara itu, Chief Operating Officer Bintan Resort Cakrawal (BRC) selaku pengelola kawasan wisata Lagoi, Abdul Wahab, menyampaikan kunjungan wisman ke Pulau Bintan sampai Agustus 2023 baru tercapai 343.848 orang. Angka tersebut jauh lebih kecil dari kunjungan wisman pada 2019 yang mencapai 1.272.508 orang.

Abdul Wahab mengungkapkan salah satu penyebab masih lesunya kunjungan wisman ke Bintan adalah pemberlakuan visa kunjungan atau Visa On Arrival (VOA) yang masih memberatkan wisman.

Pemberlakuan VOA sebesar Rp500 ribu per pack untuk 30 hari itu tidak sesuai dengan tipikal wisman ke Lagoi Bintan yang hanya berkunjung selama 3-4 hari.

"Sebenarnya yang sesuai untuk wisman yang datang ke Lagoi ini short term visa untuk jangka pendek saja, dan biayanya tidak perlu sampai sebesar itu. VOA itu yang masih menjadi pertimbangan turis datang ke sini," ungkap Abdul Wahab.

Selain itu, Abdul Wahab turut mendorong pembukaan kembali penerbangan internasional di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang untuk penerbangan khusus atau chartered flight.

Hal itu sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisman ke Pulau Bintan, karena selama ini hanya mengandalkan pintu masuk pelabuhan internasional.

Abdul Wahab memaparkan beberapa negara yang sudah menunjukkan ketertarikan untuk mengadakan chartered flight ke Pulau Bintan antara lain adalah Vietnam, Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Hongkong, dan Filipina.

Terlebih saat ini BRC sudah membuka kantor representatif di Korea Selatan sehingga kemungkinan chartered flight dari Korsel terbuka lebar.

Kawasan Lagoi Bintan saat ini juga tengah membangun sejumlah hotel dan resor untuk menambah jumlah kamar. Beberapa hotel baru yang segera hadir adalah Movenpick Hotel, Four Points by Sheraton, Holiday Inn, dan Indigo Hotel.

"Kehadiran hotel-hotel baru itu, tentu harus diimbangi dengan jumlah wisman yang berwisata ke Lagoi Bintan," katanya.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE