
Mayor Eddy Jabat Danyon Marhanlan IV/Tanjungpinang

Tanjungpinang (ANTARA News) - Komandan Pasukan Marinir II Brigadir Jenderal TNI Sturman Panjaitan melantik Mayor Eddy H,H Panjaitan sebagai Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan IV/Tanjungpinang menggantikan Mayor Oni Junianto di markas Lantamal IV, Rabu.
"Serah terima jabatan di Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan IV/Tanjungpinang merupakan suatu tahapan kaderisasi jabatan komando di lingkungan Korps Marinir," kata Brigjen TNI (Mar) Sturman Panjaitan.
Selain itu, kata dia, pergantian pejabat di lingkungan Korps Marinir memberi peluang sekaligus tantangan baru bagi pemimpin batalyon yang baru dilantik, yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya.
"Kami mengingatkan Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan IV/Tanjungpinang untuk mempertahankan reputasi, dan membangun prestasi serta kemampuan konseptual sehingga dapat membawa manfaat," ujarnya.
Panjaitan mengemukakan, perkembangan lingkungan strategis menggambarkan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan akan menghadapi tantangan atau tugas yang semakin besar.
"Berbagai tuntutan menunjukkan hakikat ancaman yang dihadapi akan lebih beragam," ujarnya.
Sementara itu, perkembangan ekonomi masyarakat yang semakin baik membawa dampak positif dan juga negatif.
Secara internal, Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan IV/Tanjungpinang berada di lingkungan perkembangan ekonomi yang perlu disikapi secara komprehensif sehingga tidak memberi efek negatif dengan munculnya pelanggaran aturan kedinasan oleh pengawak organisasi.
"Perkembangan perekonomian masyarakat harus disikapi secara bijaksana," katanya.
Komandan Lantamal IV Laksma TNI Joko Teguh Wahojo pada hari ini juga memimpin upacara penyerahan jabatan Asrena Komandan Lantamal IV dari Kolonel Laut (E) Arief Harmanto ST, M.Eng kepada Danlantamal IV, serta sertijab Kadis Hukum Lantamal IV dari Letkol Laut (KH) Asep Hari kepada Letkol Laut (KH) Estu Raharjo.
(ANT-NP/Z003/Btm3)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
