Logo Header Antaranews Kepri

Midai Minta Pemerintah Berantas Pengebom Ikan

Sabtu, 28 Mei 2011 23:33 WIB
Image Print

Natuna (ANTARA News) - Warga Kecamatan Midai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, minta pemerintah memberantas dan menangkapi pengebom ikan.

"Pelaku pengeboman sudah sering menyakiti hati warga, bahkan pernah meledakkan bom di jarak tiga depa dari pompong (kapal motor kecil) anak saya," kata M Gani, perwakilan nelayan setempat dalam tatap muka dengan Gubernur Kepri Muhammad, di GSG Midai, Sabtu malam.

Ia menyatakan, ketika naik motor di pinggir-pinggir pantai sering mendengar suara bom ikan.

Warga lain, Hasan Basri minta Pemprov Kepri dan Pemkab Natuna, serius menanggulangi pelaku pengeboman ikan, maupun nelayan Thailand pencuri di Laut China Selatan wilayah Natuna, tetapi justru negaranya menjadi pengekspor ikan terbesar di dunia.

Gubernur Sani yang didampingi Ketua DPRD Kepri Nur Syafriadi serta Bupati Natuna Ilyas Sabli, berjanji akan membawa aspirasi warga dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kepri yang unsurnya antara lain TNI Angkatan Laut.

"Dalam rapat di Tanjungpinang, kami akan minta Pangkalan Utama TNI AL dan Gugus Keamanan Laut Armada Kawasan Barat RI, mengintensifkan pengawasan dan penindakan di laut," katanya.

Sani menyatakan maklum dan mohon maaf bila warga belum dapat dipuaskan dengan jawaban tersebut.

Ia berpandangan, "Hanya TNI AL yang dapat mengawasi dan menindak pencuri ikan dan pengebom ikan."

Pada pertemuan itu, sesuai dengan permintaan warga yang diwakili Farouk Musa supaya ada bank di Pulau Midai, Gubernur menyatakan akan mengarahkan Bank Riau Kepri supaya membuka kantor ranting di Pulau Midai, seperti yang telah dilakukan bank itu di Kecamatan Sedanau.

Bupati Ilyas mengatakan kalau Bank Riau Kepri mempersyaratkan pesertaan saham, Pemkab Natuna akan melakukan supaya di setiap kecamatan ada kantor bank tersebut.
(ANT/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026