Logo Header Antaranews Kepri

BKKBN Kepri-Pemkot Batam Revitalisasi Program KB

Kamis, 9 Juni 2011 18:25 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam merevitalisasi program Keluarga Berencana guna mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di Kota Batam yang populasinya lebih dari separuh penduduk provinsi tersebut.

BKKBN Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menganggap, keberhasilan program KB di Batam akan memberi dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan penduduk di Kepri, ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri, Ipin ZA Husni di Batam, Kamis.

"Lebih dari 57 persen penduduk Kepri berada di Batam. Bila KB berhasil di Batam, akan signifikan pengaruhnya pada pengaturan jumlah penduduk dan peningkatan kesejahteraan," lanjut dia.

Berdasarkan sensus penduduk Badan Pusat statistik (BPS) Kepri, hingga akhir 2010 jumlah penduduk Kepri mencapai 1.679.163 jiwa, sebanyak 944.285 diantaranya tinggal di Batam.

"Sekitar 780.000 penduduk di Batam juga masih berusia produktif (15-49 tahun)," tambah Ipin.

Penduduk usia 15-19 tahun mencapai 56.930 jiwa, 20-24 tahun 129.153 jiwa, 25-29 tahun 143.503 jiwa, 30-34 tahun 123.497 jiwa, 35-39 tahun 87.315 jiwa, 40-45 tahun 54.362 jiwa dan selebihnya berusia 45-49 tahun.

"Pasangan muda yang baru dikaruniai seorang anak perlu diberi informasi yang memadai tentang pentingnya KB agar tidak terjadi ledakan jumlah bayi," kata dia.

Bila hal tersebut tidak dilaksanakan, dalam dua tahun kedepan jumlah penduduk Batam bisa lebih dari 1,5 juta jiwa.

"Semakin banyak penduduk, maka upaya pemerintah menyejahterakan warga juga semakin sulit karena kebutuhan yang harus dipenuhi pemerintah semakin banyak," kata Ipin.

Di tempat yang sama, Wakil Wali kota Batam, Rudi mengatakan, belum optimalnya program KB menyebabkan pertumbuhan penduduk Batam masih tinggi.

"Pertumbuhan penduduk di Batam mencapai 7,7 persen per tahun, dan pendatang menyumbang persentase pertumbuhan tertinggi," kata dia.

Pertumbuhan yang tinggi, kata Rudi, juga menyebabkan banyak penduduk di Batam yang belum sejahtera.

"Kami mengakui masih banyak warga miskin di Batam, terutama di daerah pesisir," kata Rudi.

Sebelumnya, pada 2008 Presiden Susilo Bambang Yudoyono mengintruksikan gubernur, bupati, wali kota, dan semua pemimpin pemerintah tampil menyukseskan program KB.(ANT-JSB/R010/Btm2)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026