Logo Header Antaranews Kepri

Ibu-Ibu Keluhkan Harga Sayur di Karimun

Kamis, 16 Juni 2011 20:51 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA News) - Sejumlah ibu rumah tangga mulai mengeluhkan kenaikan harga sayuran di pasar tradisional Puakang, Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

"Harga sawi hijau yang semula Rp9 ribu per kilogram, mendadak naik menjadi Rp25 ribu per kg sejak sepekan terakhir. Ini menyusahkan warga masyarakat keci," ucap Rina (39), di Pasar Puakang, Kamis.

Rina menjelaskan jangankan untuk membeli kebutuhan lauk pauk bagi keluarganya untuk membeli sayuran saja harus berkeliling pasar dulu.

"Hanya untuk mencari harga sayuran yang masih mampu kami beli, sesuai dengan uang belanja," jelasnya.

Dia menuturkan harga kangkung juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

"Naik dari Rp6 ribu menjadi Rp10 ribu/kg, mau tidak mau terpaksa kami beli. Hanya itu jenis sayuran yang bisa kami beli," tuturnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan, pedagang mie rebus, Wati.

"Meski harga sawi hijau, naik begitu tinggi, harus tetap saya beli, karena saya pedagang mie rebus. Bila tidak pelanggan kami akan mengeluh karena sawi merupakan sayur campuran mie rebus," katanya.

Dia menuturkan untuk menyiasati kenaikan harga sawi hijau, dirinya terpaksa mengurangi lembaran daun sawi yang dicampur dengan mie rebus.

"Biasanya tiga sampai empat lembar daun sawi per mangkok mie, sekarang saya campurkan hanya satu lembar daun," tuturnya.

Sedangkan Tami, warga, menyesuaikan dengan kenaikan harga sayuran itu, dirinya membeli sayuran dalam ukuran yang serba sedikit.

"Ya beli untuk sekadar ada saja cukuplah sebagai pendamping lauk pauk. Mau bagaimana lagi hampir setiap musim hujan harga sayur terus naik dan itu sudah berlangsung sejak lama," katanya.

Secara terpisah menurut pedagang sayuran, Siti, kenaikan harga sayuran pada setiap musim hujan, karena rata-rata petani sayur di Karimun gagal panen.

"Akibat kebun mereka terendam air, banyak tanaman mereka yang mati. Dampaknya terjadi kelangkaan sayuran di pasar," katanya.

Dia menjelaskan, sebagai contoh sejak dua minggu terakhir, sayur bayam sangat langka di pasar.

"Kalaupun ada, daunnya kurang bagus, ada bercak-bercak putih, meski demikian harganya tetap tinggi bisa mencapai Rp15 ribu perkilo," ujarnya.

Harga tanaman lokal yang idak mengalami kenaikan yakni cabai rawit dan cabai merah, harganya masih tetap berkisar Rp16 ribu per kilo.
(ANT-HAM/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026