Logo Header Antaranews Kepri

Harga Telur di Batam Merangkak Naik

Kamis, 30 Juni 2011 10:00 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Harga telur di sejumlah pasar tradisional di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, mulai merangkak naik karena pasokan berkurang selama dua minggu terakhir.

"Kami terpaksa menaikkan harga karena harga dari distributor juga naik setelah pasokan dari Medan berkurang," kata pedagang di Pasar Mega Legenda Batam Centre, Tyas, di Batam, Kamis.

Pasokan telur ke pasar-pasar setempat, katanya, hampir semuanya dari Medan.

Ia mengatakan, selama dua minggu terakhir kenaikan telur mencapai Rp3.000 per wadah yang masing-masing isi 30 butir.

"Sebelum naik harganya Rp27.000 per wadah. Kini menjadi Rp30.000," katanya, sedangkan harga telur dari Pulau Rempang Rp34 ribu/isi 30 butir.

Pedagang memperkirakan harga telur akan terus mengalami kenaikan menjelang Puasa.

Pedagang di Pasar Mitra Raya, Sulaiman, juga mengatakan harga telur terus mengalami kenaikan.

"Saat ini harganya sekitar Rp30 ribu per wadah. Harga kemungkinan besar akan naik hingga Idul Fitri nanti," katanya.

Ia mengatakan, bukan hanya telur yang harganya naik menjelang Puasa.

Kebutuhan pokok lainnya seperti bumbu dapur, gula merah, minyak curah, dan susu kaleng juga akan ikut naik karena tingginya permintaan.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Sri Yunelli, membenarkan kenaikan harga telur di pasaran setempat beberapa minggu terakhir.

"Kenaikan harga saat ini lebih cenderung karena tingginya permintaan telur sementara ketersediaan telur terbatas," katanya.

Berdasarkan data KP2K, kebutuhan telur di Batam mencapai 15.512 ton per tahun. Kebutuhan per hari sebanyak 42,5 ton atau setara dengan 969.539 butir telur.

Produksi telur di Kota Batam, katanya, sekitar 7,5 ton per hari atau 2.738 ton per tahun.

"Kekurangan pasokan didatangkan dari Medan dengan jadwal dua hari sekali," katanya.

Ia mengatakan, saat ini di Batam baru ada satu perusahaan yang memasok telur dari hasil peternakan lokal yakni di kawasan Barelang.

"Jumlahnya masih sangat terbatas dan hanya mampu memasok kurang dari 10 persen kebutuhan di Batam," kata Yunelli.

(ANT-L/M029/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026