
Persediaan Daging Ayam Ras Mulai Normal

Tanjungpinang (ANTARA News) - Persediaan daging ayam ras yang dijual pedagang di Pasar Baru Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Kepri mulai normal dalam sepekan terakhir.
"Daging ayam ras sudah tidak langka," kata salah seorang pedagang daging ayam ras di Pasar Baru Tanjungpinang, Topan, Sabtu.
Topan mengatakan, peternak di Tanjungpinang dan Bintan sejak pekan lalu tidak lagi membatasi jumlah daging ayam ras yang dijual pedagang.
Persediaan daging ayam ras saat ini meningkat 100 persen dibanding kondisi akhir Mei hingga Juni 2011.
"Sekarang kami menyediakan daging ayam ras 100-200 kg/hari," ungkapnya.
Saat ini, kata dia, beberapa pedagang tidak lagi menjual daging ayam ras yang kurang segar atau yang telah dibekukan, karena persediaan daging ayam ras yang segar mencukupi.
"Kami sempat menjual daging ayam ras yang masih berusia muda dan berukuran kecil, karena ayam ras langka. Pada saat itu kami hanya dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, sedangkan konsumen yang tidak rutin membeli terpaksa ditawari daging ayam ras beku" ungkap Topan.
Sementara Ahua, pedagang ayam ras di Pasar Baru Tanjungpinang merasa tidak khawatir lagi sejak persediaan daging ayam ras kembali normal. Pedagang daging ayam ras Tanjungpinang sudah dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
Harga daging ayam ras yang segar naik dari Rp25.000/kg menjadi Rp26.000/kg pada saat mengalami kelangkaan. Sampai sekarang harga daging ayam ras yang segar masih bertahan Rp26.000, sedangkan daging ayam ras beku Rp24.000/kg.
"Belum ada tanda-tanda harga daging ayam ras segar naik menjelang puasa," ujarnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungpinang, Efiar M Amin, menyatakan, kelangkaan ayam ras di Tanjungpinang sulit diatasi, karena bibitnya berasal dari beberada daerah di Pulau Jawa dan Sumatra Utara.
"Kenaikan harga daging ayam ras bukan disebabkan permainan para pedagang, melainkan karena persediaannya terbatas. Namun sekarang persediaan daging ayam ras sudah kembali normal, karena bibit-bibitnya sudah membesar," ujarnya.
(ANT-NP/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
