
DPRD Kepri: Waspadai Spekulan Sembako Jelang Puasa

Tanjungpinang (ANTARA News) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau meminta semua pihak mewaspadai munculnya spekulan sembako menjelang puasa.
"Kami yakin ada pihak yang mencari keuntungan besar pada saat kebutuhan sembako meningkat menjelang puasa dan Idul Fitri," kata Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Abdul Azis, Rabu, di Tanjungpinang.
Politisi asal Partai Demokrat itu mengatakan, daerah yang rentan munculnya spekulan sembako adalah Batam, Tanjungpinng, Bintan dan Karimun, karena tingkat kebutuhan sembako lebih banyak dibanding daerah lainnya di Kepri.
DPRD Kepri telah meminta pemerintah melalui instansi terkait untuk memantau persediaan sembako dan harga sembako secara rutin di daerah tersebut. Pengawasan ketat terhadap persediaan dan harga sembako dapat meminimalisir penimbunan sembako yang dilakukan oknum tertentu.
Kegiatan penimbunan sembako sulit terpantau karena dilakukan secara diam-diam oleh oknum yang mengejar keuntungan yang besar tanpa memikirkan nasib masyarakat. Aksi spekulan menyebabkan sembako langka di pasaran sehingga dapat dijual dengan harga yang tinggi.
Pada saat kebutuhan sembako mendesak, masyarakat terpaksa membelinya meski dengan harga yang mahal.
"Kami memahami modus yang dilakukan spekulan. Mereka mengedarkan sembako dengan harga yang mahal setelah sembako terkesan langka di pasaran," ungkapnya.
Menurut dia, pedagang dan distributor sembako berpotensi menjadi spekulan sembako. Namun hal itu dapat dicegah jika pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap mereka.
"Permasalahan ini sangat serius, karena menyangkut kepentingan masyarakat. Kami minta pemerintah secara serius menangani permasalahan ini," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepri, Syed M Taufik, mengatakan, pihaknya akan membentuk tim pengawas sembilan bahan pokok kebutuhan masyarakat menjelang puasa dan Idul Fitri tahun 2011.
Pembentukan tim pengawas yang melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten/kota untuk mencegah aktivitas spekulan atau penimbun sembako (sembilan bahan pokok).
"Persediaan sembako di Kepri mencukupi jika tidak ada spekulan. Kami juga akan menggelar operasi pasar sembako untuk mencegah kenaikan harga sembako," ujar Taufik.
Ia mengatakan, spekulan sembako akan muncul jelang puasa dan Idul Fitri tahun 2011 bila menganut mekanisme pasar, karena permintaan meningkat. Spekulan menimbun sembako sehingga komoditas tersebut seolah-olah langka di pasaran.
Pada saat kebutuhan terhadap sembako meningkat, spekulan mulai menjual komoditas tersebut dengan harga yang tinggi. Sementara konsumen terpaksa membeli sembako dengan harga yang mahal, karena persediaannya terbatas.
"Semua daerah berpotensi memiliki spekulan. Peluang mencari keuntungan dengan cara yang salah itu dapat diatasi jika persediaan sembako memadai," katanya.(ANT-NP/S006/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
