Logo Header Antaranews Kepri

Warga Unjuk Rasa ke Rumah Wali Kota

Kamis, 14 Juli 2011 17:45 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA News) - Sekitar 100 orang warga dan sejumlah pengurus lembaga swadaya masyarakat berunjuk rasa hingga ke rumah pribadi Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Suryatati A Manan di Senggarang menuntut penutupan tambang bauksit.

Mereka berunjuk rasa dari Kamis pagi di beberapa tempat dan baru membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB dari kediaman Wali Kota Suryatati A Manan.

"Kami meminta seluruh tambang bauksit ditutup karena sudah merusak lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar tambang dan nelayan," kata koordinator aksi, Andi Cori Fatahuddin di Tanjungpinang.

Selain itu, menurut Andi pihaknya juga menuntut janji Pemkot Tanjungpinang pada Hari Senin (11/7) untuk memerintahkan PT Perjuangan menyelesaikan persoalan dengan nelayan Senggarang sesuai putusan Pengadilan Tanjungpinang 2009 selambat-lambatnya hari ini.

"Janji Pemkot Tanjungpinang yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian, Kehutanan dan Energi (KP2KE) sudah jatuh tempo hari ini, namun belum dilaksanakan," ujarnya.

Dalam putusan Pengadilan Tanjungpinang 2009, PT Perjuangan dan beberapa pihak tergugat lainnya harus membayar ganti rugi kepada nelayan sebesar Rp10,7 miliar, namun belum dilaksanakan karena masih dalam proses banding.

Sebelum menuju kediaman pribadi Wali Kota Tanjungpinang Suryatati A Manan, ratusan pengunjuk rasa melakukan orasi di Dinas Pertambangan Kabupaten Bintan, rumah beberapa pengusaha bauksit dan Kantor Wali Kota di Senggarang.

"Kami akan tetap memperjuangkan hak nelayan yang telah dirugikan oleh tambang bauksit," tegasnya.

Kepala Bagian Operasi Polresta Tanjungpinang, Kompol PR Purboyo mengatakan, aksi unjuk rasa dari pagi hingga Kamis petang tersebut berjalan aman tanpa ada bentrokan.

"Unjuk rasa berjalan aman, pengunjuk rasa baru membubarkan diri sekitar pukul 18.00 WIB dari kediaman Wali Kota," katanya.

Menurut dia, pengunjuk rasa dan pihak terkait akan melakukan pertemuan malam ini untuk membahas tindak lanjut dari tuntutan pendemo.

(ANT-HM/A013/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026