Logo Header Antaranews Kepri

Rupiah Pagi Melemah

Senin, 18 Juli 2011 09:34 WIB
Image Print

Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank di Jakarta Senin pagi melemah 29 poin ke posisi Rp8.553 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya senilai Rp8.524.

Analis pasar uang Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin mengatakan, investor mulai memperhatikan perkembangan pagu utang di AS dan cenderung membuat dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya termasuk rupiah.

Di saat yang sama, lanjut dia, hasil "stress-test" perbankan di Eropa kurang menggembirakan yang akan menekan euro sehingga menambah sentimen positif pada dolar AS.

"Faktor demikian cenderung akan membuat rupiah melemah terhadap dolar AS," kata dia.

Ia mengatakan, sejauh ini para investor masih cukup netral terhadap perkembangan pembicaraan mengenai masalah utang ini karena meyakini tidak mungkin pemerintah AS dibiarkan mengalami gagal bayar.

Sementara, papar dia, hasil "stress-test" terhadap 24 bank yang tergabung dalam zona euro kurang begitu menggembirakan.

Stress-test yang dilakukan tersebut dimaksudkan untuk mengukur daya tahan bank jika terjadi kejadian luar biasa terutama kemampuannya dalam meningkatkan permodalan.

"Saat ini Uni Eropa mewaspadai perkembangan perbankan di Italia dan Spanyol mengingat tekanan pasar terhadap obligasi kedua negara itu terus menguat," kata dia.

Analis PT Indosurya Asset Management Reza Priambada menambahkan, kondisi pasar global yang cenderung masih bergejolak memicu investor mengambil langkah mengamankan nilai asetnya dalam bentuk dolar AS.

"Gejolak pasar yang tidak menentu memicu investor mengamankan nilainya dalam bentuk dolar AS yang dianggap mata uang kuat dan aman, dengan begitu mata uang dolar AS akan bergerak kuat" katanya lagi.

(ANT-ZMF/S004/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026