Logo Header Antaranews Kepri

Batam Butuh "Offshore Banking"

Rabu, 20 Juli 2011 23:33 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Kota Batam membutuhkan "offshore banking" untuk mendukung pelaksanaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas yang diterapkan di kota yang berdekatan dengan Singapura.

"Batam butuh offshore banking untuk lebih memajukan investasi," kata Kepala Management Research Centre Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Rofikoh Rokhim di Batam, Rabu.

Ia mengatakan Batam sudah memiliki industri dan perdagangan, dan tinggal didukung dorongan finansial.

"Yang dibutuhkan Batam tinggal satu, tinggal buffer financial," kata Rofikoh.

Menurut dia, dengan adanya offshore banking, maka dapat lebih merangsang pertumbuhan investasi.

Offshore banking amat dibutuhkan perusahaan asing yang hendak menanamkan modalnya. Keuntungan sistem perbankan yang banyak digunakan bank-bank Swiss itu antara lain penjaminan kerahasiaan, potongan pajak dan kemudahan arus dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Untuk menjalankan offshore banking, kata dia, perlu dukungan regulasi yang kuat agar tidak disalahgunakan untuk kegiatan negatif.

Dari seluruh daerah Indonesia, kata dia, hanya Batam yang cocok untuk pengembangan offshore banking, karena sudah ditetapkan sebagai FTZ dan letaknya yang strategis berdekatan dengan Singapura.

Wakil Komisi IV DPR RI Harry Azhar Azis mengatakan offshore banking cocok dikembangkan di Batam.

Bahkan, kata Harry, offshore banking secara tidak langsung sudah dipraktekkan di Batam melalui penanam modal yang menyimpan uangnya di bank-bank Singapura.

"Sebetulnya, offshore banking hampir sama dengan FTZ, ada kekhususan, tapi ini bidang perbankan," kata dia.

Di tempat yang sama Deputy Bank Indonesia Mulyaman D Hadad mengatakan BI mendorong pengkajian penerapan offshore banking di Batam.

Menurut dia, offshore banking memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Batam.

Dari seluruh wilayah di Indonesia, offshore banking hanya cocok dikembangkan di Batam. "Yang cocok hanya Batam, bukan Medan atau Bintan," kata dia.

Ia mengatakan dunia perbankan internasional sudah merubah paradigma offshore banking menjadi positif dan tidak lagi dihantui pencucian uang dan jalur dana terorisme.

"Ini merupakan paradigma baru," kata dia.

(ANT-YJN/B012/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026