
Indeks BEI Berpeluang Capai 4.100 Poin

Jakarta (ANTARA News)- Pengamat pasar modal Ifan Kurniawan memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang mencapai angka 4.100 poin pada akhir bulan ini, karena arus dana asing yang masuk ke pasar makin besar.
"Kami optimistis indeks BEI dalam waktu tidak lama akan mencapai level 4.100 poin, karena ruang gerak untuk menguat ke arah sana sangat besar," kata Ifan yang juga analis PT First Asia Capital di Jakarta, Kamis.
Ifan Kurniawan mengatakan, posisi indeks saat ini mencapai 4.049,754 atau naik 0,930 poin atau 0,02 persen.
Kenaikan indeks Kamis pagi ini memang agak tipis, karena pelaku memburu saham-saham lapis dua dan tiga yang harganya relatif masih rendah, katanya.
Saham lapis dua dan tiga, menurut dia, terutama saham properti seperti Summarecon Agung, Alam Sutra dan perusahaan properti kelompok Ciputra yang mengalami kenaikan tipis.
Kenaikan saham lapis dua itu masih dapat memicu indeks BEI menguat meski kenaikannnya relatif kecil, ujarnya.
Ia mengatakan, pelaku pasar khususnya asing masih belum melakukan pembelian terhadap saham-saham unggulan yang harganya relatif sudah tinggi.
Pelaku akan membeli saham-saham unggulan apabila ada isu positif dari eksternal seperti membaiknya bursa global dan regional.
Menurut dia, pelaku pasar melakukan aksi beli terutama disebabkan faktor makro ekonomi Indonesia yang masih cukup bagus didukung oleh kinerja emiten kuartal kedua 2011 yang lebih baik dari kuartal pertama 2011.
Para emiten saham pada kuartal kedua berhasil meraih laba bersih lebih tinggi dibanding kuartal pertama yang menunjukkan ekonomi Indonesia makin tumbuh, ucapnya.
Indonesia, lanjut dia, pada paruh kedua 2011 diperkirakan akan tumbuh lebih besar ketimbang paruh pertama, karena investasi asing yang terus merambah ke sektor riil.
Bank Indonesia (BI) sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua mencapai 6,8 persen dibanding paruh pertama hanya 6,6 persen, ucapnya.
Ekonomi nasional akan makin tumbuh apabila pemerintah lebih cepat mencairkan belanja modalnya yang pada gilirannya akan membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja.
Karena peran pemerintah dalam mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi lagi akan sangat ditunggu masyarakat luas, katanya.
(ANT-H-CS/R007/Btm3)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
