Logo Header Antaranews Kepri

Warga Adukan Bahaya Peledakan Granit KDH

Senin, 1 Agustus 2011 19:47 WIB
Image Print
Lima perwakilan warga Sememal, Pasir Panjang, Kecamatan Meral mengadukan bahaya peledakan granit PT Kawasan Dinamika Harmonitama (KDH) ke Komisi C DPRD Karimun, Senin (1/8). (kepri.antaranews.com/Rusdianto)

Karimun (ANTARA News) - Sejumlah warga Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun mengadukan kegiatan peledakan atau "blasting'' batu granit PT Kawasan Dinamika Harmonitama ke Komisi C DPRD kabupaten setempat.

Lima perwakilan warga yang dipimpin Ketua RW 01 Sememal, Ijal diterima Ketua Komisi C HM Taufik beserta sejumlah anggota, di ruang Komisi C DPRD Karimun, Kepulauan Riau, Senin.

Dalam pertemuan itu, warga meminta Komisi C memanggil manajemen PT Kawasan Dinamika Harmonitama (KDH) terkait kegiatan peledakan granit yang mengancam keselamatan warga.

''Kami berharap DPRD memediasi pertemuan warga dengan PT KDH untuk mencari solusi agar kegiatan peledakan tidak membahayakan keselamatan warga,'' kata Ijal seraya mengatakan jumlah penduduk di Sememal mencapai 41 kepala keluarga.

Dia mengatakan, keberadaan PT KDH memang memberikan kontribusi besar bagi warga, seperti perekrutan tenaga kerja dari desa tersebut, uang sagu hati sebesar Rp250.000 per bulan untuk satu kepala keluarga.

Namun demikian, warga tidak ingin keselamatan mereka terancam akibat hujan batu yang ditimbulkan saat perusahaan melakukan peledakan.

''Kami tidak meminta PT KDH ditutup, tapi hujan batu saat 'blasting' membuat warga cemas,'' ucapnya.

Hidayat, warga lain mengatakan insiden pada Sabtu (30/7) lalu merupakan contoh kegiatan peledakan granit oleh KDH mengancam keselamatan warga.

"Batu sebesar kepala orang dewasa melenting dan menghantam kabel listrik. Aliran listrik sempat padam karena terjadi kerusakan pada travo. Ketika diukur dengan GPS (grand positioning system) milik perusahaan, jarak jatuhnya batu dengan lokasi penambangan sekitar 700 meter, sementara pemukiman warga hanya sekitar 300 meter. Artinya, batu-batu tersebut terbang melewati pemukiman warga,'' ucapnya.


Berkali-kali

Ketua RT 03/RW 01 Mahza Rifai mengatakan peristiwa tersebut sudah terjadi berkali-kali.

''Kami minta dewan turun tangan agar tidak ada korban jiwa di kemudian hari,'' katanya.

Ketua Komisi C HM Taufik mengatakan aspirasi dari warga akan ditindaklanjuti dengan menggelar rapat bersama manajemen PT KDH pekan depan.

''Selain manajemen KDH, kami juga akan memanggil Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) serta Badan Lingkungan Hidup,'' katanya.

Pemanggilan terhadap Distamben dan Badan Lingkungan Hidup, menurut dia bertujuan untuk mengetahui ketentuan penambangan dan pencegahan terhadap dampak negatif lingkungan sekitar.

DPRD akan mengupayakan penyelesaian yang terbaik. Di satu sisi aspirasi warga terakomodasi, di lain sisi perusahaan tetap beroperasi.

"Kalau ditutup tidak mungkin karena akan berdampak lebih besar bagi masyarakat dan daerah, baik pendapatan daerah maupun tenaga kerja,'' ucap Taufik.

(ANT-RD/A013/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026