
Batam Juli Inflasi 0,73 Persen

Tanjungpinang (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau mencatat, pada Juli 2011 di Batam terjadi inflasi sebesar 0,73 persen.
Inflasi di kota itu lebih tinggi dibanding Tanjungpinang yang hanya 0,25 persen, kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri), Mangaputua Gultom, di Tanjungpinang, Senin.
BPS Kepri mencatat Batam mengalami inflasi selama tiga bulan berturut-turut dan yang tertinggi terjadi pada Juli 2011.
Inflasi di Batam pada bulan kemarin disebabkan kenaikan indeks harga konsumen dari 122,21 menjadi 123,10. Sebanyak 73 dari 323 jenis barang kebutuhan masyarakat Batam pada saat itu mengalami perubahan harga.
Komoditas kebutuhan masyarakat yang mengalami kenaikan harga antara lain, beras, biaya akademi atau perguruan tinggi, biaya SLTA, bawang merah, sewa rumah, biaya sekolah dasar, biaya taman kanak-kanak, biaya SLTP, daging ayam ras, cabe merah, ikan selar, ikan tongkol, emas perhiasan dan minuman ringan.
Sementara harga komoditas yang turun yaitu, bawang putih, kacang panjang, kangkung, bayam, sawi hijau, udang basah, lele, kembang kol, gula pasir, bensin, dan minyak goreng.
"Harga barang kebutuhan masyarakat Batam selalu mengalami perubahan," kata Gultom.
Sementara bila dilihat dari perubahan harga kelompok barang kebutuhan masyarakat, maka inflasi di Batam disebabkan oleh naiknya indeks harga kelompok bahan makanan sebesar 0,40 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,17 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,44 persen.
Selain itu, lanjutnya, kelompok sandang juga naik sebesar 0,57 persen, kelompok kesehatan naik 0,30 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 7,94 persen.
Sedangkan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks dibandingkan Bulan Juni 2011.
"Laju inflasi tahun kalender (Januari - Juli 2011) di Batam sebesar 1,95 persen. Sedangkan laju inflasi 'year on year' (Juli 2011 dibanding dengan Juli 2010) di Batam sebesar 4,94 persen," ungkapnya.
(ANT-NP/A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
