Logo Header Antaranews Kepri

Permintaan Telur di Batam Naik 20 Persen

Selasa, 9 Agustus 2011 16:57 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Permintaan telur di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau selama Ramadan mengalami peningkatan sekitar 20 persen.

"Pada hari-hari biasa kebutuhan telur di Batam sebanyak 1,5 juta butir. Selama Ramadan permintaan naik sekitar 20 persen menjadi 1,8 juta butir," kata Kepala Bidang Peternakan, Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Sri Yunelli di Batam, Selasa.

Menurut Yunelli, meskipun terdapat kenaikan sebanyak 20 persen, namun pasokan telur di pasar masih mencukupi.

"Pasokan telur dari Medan masih mencukupi, sehingga harga juga masih bisa dikontrol," tambah dia.

Yunelli mengatakan, selama ini pasokan telur ke Kota Batam dipenuhi dari Medan, Sumatra Utara dan sebagian kecil dari Sumatra Barat.

"Sejauh ini pasokan masih lancar. Semoga saja ombak tidak besar sehingga pasokan jelang Idul Fitri ini," ucap dia.

Selama ini, kata dia, yang menjadi kendala pasokan telur ke Batam ialah ombak yang besar dari Agustus hingga Oktober.

"Bila pasokan telat biasanya diikuti kenaikan harga di pasar. Hal tersebut tidak bisa dihindarkan," kata Yunelli.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata dia, sebenarnya Dinas KP2K pernah mengajukan izin impor pada Dewan Kawasan (DK) Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam Bintan Karimun namun tidak disetujui.

Sebelumnya, kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau Syed Muhammad Taufik di Batam, mengatakan Gubernur Muhammad Sani menolak menandatangani surat permohonan impor telur seperti yang diminta Pemerintah Kota Batam untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan.

"Gubernur tidak mau menandatangani surat izin telur," kata dia.

Syed Muhammad Taufik mengatakan Gubernur Muhammad Sani yang juga Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, Bintan dan Karimun menolak impor karena stok telur mencukupi, sehingga tidak perlu mendatangkan dari luar negeri.

"Stok cukup," kata dia.

Permintaan impor dipicu dari kenaikan harga telur yang sempat mencapai Rp1.200 per butir naik dari harga normal Rp900 per butir.

Namun, pekan ini, harga telur sudah kembali normal berdasarkan pantauan harga pasar, kata Syed Muhammad Taufik.

Sementara itu, pedagang kebutuhan pokok Pasar Mitra, Arif, mengatakan harga telur mulai turun sejak akhir pekan lalu, hingga mencapai Rp900 per butir.

"Harga telur sudah mulai turun, karena pasokan juga banyak," kata Arif.

(ANT-L/B012/Btm3)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026