Logo Header Antaranews Kepri

KP2K Batam Perketat Pengawasan Daging di Pasar

Kamis, 11 Agustus 2011 21:50 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. memperketat pengawasan peredaran daging untuk meminimalkan masuknya daging ilegal di pasar.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Sri Yunelli, Kamis mengatakan menjelang Idul Fitri bukan tidak mungkin ada pihak-pihak yang berupaya memasukkan daging ilegal yang tidak terjamin mutunya ke pasar-pasar di Batam.

"Kami harus waspada, ada indikasi daging ilegal yang bisa membahayakan masyarakat masuk ke pasar," kata dia.

Dinas KP2K, kata Yunelli, tidak ingin masyarakat dirugikan dengan peredaran daging ilegal di pasar.

"Makanya kami terus melakukan pengawasan dan pengecekan secara ketat dan terus menerus," ucap dia.

Yunelli menduga, harga daging yang mengalami kenaikan setiap jelang lebaran dimanfaatkan oknum pedagang untuk memasukkan daging ilegal dengan harga yang lebih murah.

"Apapun kondisinya tidak boleh ada daging ilegal yang masuk ke pasar, apalagi persediaan daging sapi dan ayam di Batam sangat mencukupi," tambah dia.

Hingga saat ini, kata Yunelli, persediaan daging beku asal Australia dan selandia Baru yang ada di gudang masih sekitar 2.100 ton.

"Persediaan masih aman setidaknya untuk tiga bulan kedepan," kata dia.

Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Batam, kata dia, sekitar 90 persen masih dicukupi daging impor beku asal Australia dan Selandia Baru, karena pasokan lokal belum mampu memenuhi kebutuhan daging setempat.

"Dari sekitar 20 ton kebutuhan, hanya sekitar dau ton yang mampu dipasok dari peternak lokal Batam dan wilayah sekitarnya," ucap dia.

Saat ini, kata Yunelli, stok sapi hidup yang ada di Rumah Pemotongan Hewan Seitemiang, Batuaji, juga masih mencukupi untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri 1432 Hijriah.

"Untuk daging ayam juga tidak mengalami masalah. Pasokan dari peternak lokal dan dari wilayah sekitar Batam masih aman," kata Yunelli.

Pedagang daging sapi di Pasar Mitra Raya Batam Centre, Erik, mengatakan, saat ini harga daging segar masih Rp90 ribu/kg. Sementara harga daging beku berkisar antara Rp60-65 ribu/kg.

"Selama Ramadan belum ada kenaikan permintaan yang berarti," kata dia.

Kenaikan harga daging sejak awal Ramadan, kata dia, sekitar Rp10.000/kg untuk daging segar dan Rp5.000/kg untuk daging beku.

Sementara, pedagang ayam di pasar yang sama, Safrizal mengatakan beberapa hari terakhir harga daging ayam mulai mengalami kenaikkan, namum pasokan tetap lancar.

"Harganya semula Rp27-28 ribu/kg, kini naik menjadi Rp30 ribu/kg. Namun pasokan masih lancar," kata dia.

(ANT-L/S023/Btm1)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026