
Pengiriman Paket dari Batam Naik 50 Persen

Batam (ANTARA News) - Pengiriman barang melalui Kantor Pos Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau mengalami kenaikan hingga 50 persen mendekati Lebaran 2011 dibanding hari-hari biasa.
"Hingga kini kenaikan telah mencapai 50 persen, semakin mendekati Lebaran biasanya jumlah paket yang dikirim akan terus bertambah," kata Manajer Pelayanan Kantor Pos Batam, Irfan S di Batam, Senin.
Menurut Irfan, peningkatan pengiriman barang ke luar Batam masih didominasi pakaian dan makanan kering seperti kue-kue lebaran. Sementara untuk barang-barang elektronik tidak ada kenaikan yang berarti.
"Sebagian besar barang yang dikirim melalui jasa PT Pos Indonesia Batam masih berupa barang keperluan lebaran seperti pakaian dan makanan," tambah dia.
Irfan juga mengatakan, walaupun ada kenaikan jumlah barang yang dikirim, PT Pos Indonesia tahun ini tidak menaikkan tarif pengiriman barang keseluruh tujuan.
"Tidak ada kenaikan jelang lebaran, tarifnya tetap standar. Lonjakan harga tiket pesawat juga tidak memberikan pengaruh signifikan lantaran ketentuan tarif pos telah dinaikkan beberapa waktu sebelumnya," tambah dia.
Irfan menyarankan bagi masyarakat yang ingin mengirimkan paket bagi keluarga diluar Batam melalui jasa kantor pos untuk segera mengirimkannya agar barang bisa samapi sebelum lebaran nanti. Karena biasanya semakin dekat lebaran bisa saja terjadi kendala di daerah tujuan, seperti kemacetan atau masalah lain.
"Selama lebaran nanti, pihak pos menjamin bahwa distribusi barang tidak berhenti. Hal ini juga untuk menghindari terjadinya penumpukan barang. Namun, agar barang anda bisa sampai sebelum lebaran, segeralah datang ke kantor pos terdekat," ujarnya.
Untuk layanan pengiriman barang, kata Irfan, kantor pos menyediakan jasa kiriman kilat biasa dengan jangka waktu maksimal 14 hari dan kilat khusus lima hari.
"Untuk pengiriman uang melalui jasa wesel pos prima dan wesel pos instan yang bisa langsung dicairkan belum begitu ada kenaikan," kata Irfan.
(ANT-L/Z002/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
