
Bupati Karimun Minta Warga Waspadai Kebakaran

Karimun (ANTARA News) - Bupati Karimun, Provinsi Kepulauan Riau Nurdin Basirun meminta warga masyarakat mewaspadai kebakaran setelah enam kali terjadi pada bulan Puasa 1432 H dan menghanguskan beberapa rumah.
''Bupati prihatin dan mengimbau warga agar waspada terhadap bahaya kebakaran,'' kata Kepala Bagian Humas Sekretariat Kabupaten Karimun Muhammad Yosli di Tanjung Balai Karimun, Rabu.
Bupati, kata dia, juga telah membuat surat edaran yang diumumkan di media agar warga mewaspadai kebakaran dengan melakukan langkah-langkah pencegahan.
''Tingginya penggunaan listrik selama puasa berpotensi terjadinya kebakaran. Pemerintah mengimbau warga untuk memeriksa peralatan elektronik menjelang tidur, atau saat akan berangkat ke masjid setelah sahur. Matikan peralatan elektronik yang tidak lagi digunakan,'' katanya.
Sikap kurang hati-hati, kata dia, bisa berakibat fatal berupa hubungan pendek listrik yang memicu terjadinya kebakaran.
''Siapapun tidak menginginkan ditimpa musibah. Apalagi menjelang hari raya saat kebutuhan meningkat dibandingkan hari biasa,'' katanya.
Sejak awal Ramadan, musibah kebakaran terjadi sebanyak enam kali, pertama di Kampung Padi, Kelurahan Meral Kota, Kecamatan Meral yang menghanguskan lima rumah kontrakan.
Kedua di perumahan Taman Puri, Kelurahan Baran, Meral yang menghanguskan 2 rumah. Ketiga di perumahan Telaga Mas, Tanjung Balai Karimun yang menghanguskan tiga kios kosong.
Kemudian kebakaran terhadap satu rumah warga di Teluk Air, Tanjung Balai Karimun pada dua hari lalu, dan kebakaran di Baran I, Meral yang juga menghanguskan rumah warga pada Selasa (24/8) malam.
Selain itu, satu rumah warga di Tanjungbatu, Kecamatan Kundur juga rata dengan tanah dalam musibah kebakaran yang terjadi pada siang hari.
Kerugian akibat enam kebakaran tersebut mencapai ratusan juta rupiah.
Informasi dihimpun, umumnya penyebab kebakaran tersebut diduga akibat hubungan arus pendek atau korsleting listrik dan api lilin yang dinyalakan saat aliran listrik dari PLN padam.
(ANT-RD/A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
