Logo Header Antaranews Kepri

BP Batam Buka Tender Pembangunan Pelabuhan

Jumat, 9 September 2011 13:20 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam membuka tender pembangunan Pelabuhan Batu Ampar.

"Pengumuman lelang akan segera dibuka," kata Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BP KPBPB) Batam Mustofa Widjaja usai Halal Bihalal Forum Komunikasi Pimpinan Pemerintah Daerah Kota Batam, Jumat.

Ia mengatakan BP mengundang sejumlah penanam modal dari dalam dan luar negeri untuk mengikuti tender. "Kami akan persentasikan potensi pelabuhan kontainer Batu Ampar kepada para investor," kata Mustofa.

Saat ini sudah banyak investor, baik asing maupun dalam negeri yang berminat menanamkan modal pembangunan pelabuhan kontainer Batuampar.

Mustofa mengatakan, BP sangat selektif dalam memilih investor pembangunan Pelabuhan Batu Ampar, karena beban kerja tinggi dan membutuhkan komitmen tinggi.

Kepala BP membantah lambannya tender dan pembangunan pelabuhan karena tekanan dari pihak asing, khususnya Singapura. "Proyek tersebut tersendat karena alasan teknis," katanya.

Perusahaan Prancis yang sebelumnya memenangkan tender mengundurkan diri karena negaranya masih terpengaruh krisis global, kata Mustofa.

Kepala Bagian Humas dan Publikasi BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho mengatakan perusahaan Prancis CMA-CGM selaku pemenang tender, hingga saat ini belum memberi kepastian melanjutkan niatnya untuk membangun pelabuhan peti kemas sekaligus mengelola konsesi Pelabuhan Internasional Batuampar selama 50 tahun.

Pihak CMA-CGM, belum dapat memulai pembangunan karena masih terpengaruh dengan kondisi ekonomi Perancis masih terpuruk akibat badai krisis global yang menerpa sebagian besar negara Eropa beberapa waktu lalu.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri Johanes Kennedy Aritonang mengatakan para pengusaha mengeluhkan kondisi pelabuhan kontainer Batuampar karena dinilai tak layak lagi.

Kadin mendesak BP Batam segera membangun karena arus barang masuk dan keluar di pelabuhan itu terus meningkat. "Antrean kontainer semakin panjang, pelayanan menjadi tidak efisien karena fasilitas yang ada tidak bisa mengimbangi," katanya.

(ANT-YJN/S004/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026