
ASDP dan Pertamina Bahas Solar Kapal Roro

Tanjungpinang (ANTARA News) - PT ASDP Indonesia Ferry Batam akan membahas penyediaan bahan bakar solar untuk pelayaran kapal roro KMP Lome rute Tanjungpinang-Karimun.
"Pihak kami dan Pertamina Tanjung Uban akan membahas penyediaan bahan bakar kapal roro dalam waktu dekat," kata Kepala PT ASDP Indonesia Ferry Batam, Dadag Wijanarko, Selasa.
Dadag belum dapat memastikan solar yang dibutuhkan untuk satu kali pelayaran dari Tanjungpinang menuju pelabuhan roro di Karimun.
"Setelah pelayaran perdana baru dapat dipastikan berapa banyak solar yang dibutuhkan," ujarnya.
Ia juga belum mengetahui berapa kali dalam seminggu pelayaran kapal roro dari Tanjungpinang menuju Karimun.
"Kami masih menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan, karena hal itu berhubungan dengan subsidi," ungkapnya.
Secara teknis, kata dia, KMP Lome siap dioperasikan. Kapal roro itu telah diuji kemampuannya baru-baru ini.
"Kami sudah uji pelayaran kapal roro. Hasilnya bagus," katanya.
Sementara terkait kasus dugaan korupsi pembangunan pelabuhan roro yang akan diselidiki Kejaksaan Tinggi Kepri, menurut dia, tidak berhubungan dengan PT ASDP.
Ia juga tidak dapat memastikan apakah kasus tersebut akan mempengaruhi pelayaran kapal roro.
"Tugas kami hanya menyiapkan kapal dan operasionalnya," katanya.
Pelayaran perdana KMP Lome yang dijadwalkan 13 Agustus 2011 tertunda bukan disebabkan oleh kasus tersebut, melainkan kendala teknis yang pada saat itu belum dapat diatasi.
Pada saat itu, kata dia, PT ASDP menghadapi kendala kekurangan anak buah kapal serta belum dilakukan pemeriksaan dan inventarisir aset, namun sekarang permasalahan tersebut telah diatasi.
"Kami mengupayakan persiapan matang dan tidak ada kendala lagi setelah pelayaran perdana," katanya.
Dadag mengungkapkan, hingga sekarang jadwal pelayaran perdana kapal roro KMP Lome rute Tanjungpinang-Karimun belum dapat dipastikan, karena masih menunggu surat izin berlayar dari Administrator Pelabuhan.
"Kami akan membahas permasalahan itu dengan Dinas Perhubungan Kepri," ujarnya.
(ANT-NP/N005/Btm3)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
