
Mudik Lebaran 2026: 14 Kapal RoRo siaga di Punggur, ada tambahan armada dari Sulawesi

Batam (ANTARA) - Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepulauan Riau memastikan kesiapan 14 armada kapal feri RoRo untuk melayani arus mudik Lebaran 2026 dari Pelabuhan Telaga Punggur, Batam. Selain armada yang ada, satu kapal bantuan dari Sulawesi tengah dipersiapkan untuk memperkuat lintasan padat.
Kepala Seksi Sarana BPTD Kepri, Frans Deddy, mengungkapkan bahwa kapal perbantuan tersebut khusus dialokasikan untuk rute Punggur (Batam) – Kuala Tungkal (Jambi). Saat ini, kapal tersebut dalam proses pengurusan izin dan diperkirakan mulai beroperasi pada 19 atau 20 Maret 2026.
"Informasi yang kami terima, ada kapal dari Sulawesi yang diperbantukan untuk lintasan Punggur-Kuala Tungkal. Saat ini masih tahap pengurusan perizinan," ujar Frans di Batam, Sabtu (14/3).
Ia menjelaskan berdasarkan informasi dari operator, kapal tersebut diperkirakan sudah dapat beroperasi sekitar 19 hingga 20 Maret setelah tiba dari Sulawesi dan menyelesaikan proses administrasi.
Menurutnya, langkah antisipasi juga telah dilakukan melalui skema manajemen rekayasa pelayanan di sejumlah lintasan penyeberangan yang ada di Kepri.
“Lintasan kita di Kepri cukup banyak, jadi kami siasati agar pelayanan tetap berjalan. Jika memang masih ada penumpang hingga malam, pelayanan bisa diperpanjang hingga pukul 24.00 sesuai arahan gubernur,” katanya.
Frans mengakui terdapat beberapa lintasan yang menjadi perhatian karena jumlah armada yang terbatas, seperti rute menuju Kuala Tungkal, Jambi, yang saat ini dilayani satu kapal utama dengan satu kapal bantuan, serta lintasan ke Mengkapan, Riau yang dilayani dua kapal.
Untuk lintasan Punggur-Tanjung Uban sendiri, menurutnya terdapat lima kapal yang disiapkan, dengan empat kapal saat ini telah beroperasi dan satu kapal menjadi cadangan.
“Kalau untuk Punggur-Uban kami tidak terlalu khawatir karena tersedia lima kapal. Empat sudah siap operasi dan satu menjadi cadangan,” ujarnya.
BPTD Kepri menegaskan bahwa dalam penjadwalan kapal pihaknya tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan penumpang.
Setiap kapal harus memenuhi persyaratan sebelum diberikan izin beroperasi.
“Kalau persyaratan sudah clear pasti kita keluarkan jadwalnya. Tapi kalau masih ada temuan, tentu harus diperbaiki terlebih dahulu. Karena ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa,” kata Frans.
Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan pemerintah daerah terus memantau kesiapan armada kapal untuk memastikan kelancaran arus mudik di wilayah kepulauan.
“Mudah-mudahan pada tanggal 19 ada tambahan satu kapal lagi untuk ke Kuala Tungkal. Kami minta ini terus di monitor, kalau masih ada kekurangan kita akan mencari solusi lagi,” kata Ansar saat meninjau suasana di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur.
Ansar juga menyebutkan tren pergerakan penumpang mulai meningkat sejak 10 Maret dan diperkirakan mencapai puncaknya dalam waktu dekat.
“Hari ini sepertinya sudah mulai terlihat puncak keberangkatan dan kedatangan. Tapi kita tetap mengantisipasi kemungkinan lain,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tertib selama perjalanan, mulai dari saat naik kapal hingga tiba di tujuan.
“Kami harap masyarakat tertib saat menaiki kapal, selama di perjalanan, hingga sampai ke tujuan. Selamat bertemu keluarga bagi yang mudik maupun yang datang ke Batam,” kata Ansar.
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
