Logo Header Antaranews Kepri

Polda Kepri tegaskan akan tindak tegas praktik calo tiket di pelabuhan

Sabtu, 14 Maret 2026 17:03 WIB
Image Print
Peninjauan Posko Angkutan Lebaran di Pelabuhan ASDP Telaga Punggur dengan Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin (kiri) dengan Gubernur Kepri Ansar Ahmad (kanan) di Batam, Kepri, Sabtu (14/3/2026). ANTARA/Amandine Nadja

Batam (ANTARA) - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) menegaskan akan menindak tegas praktik percaloan tiket di pelabuhan selama masa arus mudik Lebaran, terutama untuk pembelian tiket kapal dengan harga di atas tarif resmi.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin mengatakan pihaknya telah memerintahkan Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) untuk melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna mengantisipasi praktik percaloan.

“Saya sudah perintahkan Satgas Gakkum untuk berkoordinasi dengan PT ASDP, KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan), dan Pelni di Batu Ampar maupun di sini. Kalau sampai kami mendapatkan calo itu, akan kami proses lebih lanjut,” kata Asep saat meninjau posko Angleb di Pelabuhan Telaga Punggur di Batam, Sabtu.

Ia menegaskan siapa pun yang terlibat dalam praktik percaloan akan dikenakan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Siapapun itu akan kami lakukan penegakan hukum,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi adanya laporan masyarakat yang membeli tiket penumpang pejalan kaki untuk kapal ASDP dengan harga sekitar Rp350 ribu, dengan tarif resmi untuk rute menuju Kuala Tungkal berkisar Rp180 ribuan.

Kapolda itu juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran calo yang menjanjikan tiket kapal.

“Saya imbau kepada masyarakat jangan sampai menjadi korban pencaloan,” katanya.

Menurutnya, pembatasan jumlah penumpang dilakukan demi menjaga keselamatan pelayaran selama masa angkutan Lebaran.

Baca juga: Kantor SAR Natuna dirikan 5 posko siaga khusus Lebaran 2026

Ia mencontohkan apabila kapasitas kapal hanya 800 penumpang, maka tidak boleh dipaksakan membawa hingga 1.000 penumpang dengan menjual tiket tambahan secara ilegal.

“Unsur keselamatan itu yang diprioritaskan. Kalau kapasitas hanya 800, tidak boleh dipaksakan naik lebih dari itu,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, operator kapal juga telah menyiapkan armada tambahan agar masyarakat yang belum mendapatkan tiket tetap dapat terangkut.

“Kalau hari ini sudah penuh, ASDP sudah menyiapkan armada tambahan untuk mengakomodir penumpang yang belum mendapatkan tiket,” kata Asep.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau pelaksanaan angkutan mudik di sejumlah pelabuhan.

Ia menjelaskan saat ini pembelian tiket kapal ASDP dilakukan secara daring melalui sistem resmi untuk mencegah praktik percaloan.

“Penjualan tiket hanya dilakukan secara online melalui Ferizy agar tidak ada lagi praktik percaloan,” kata Ansar.

Ansar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kepri juga meninjau langsung sejumlah titik keberangkatan penumpang untuk memastikan kelancaran arus mudik, di antaranya Pelni Bintang 99, Pelabuhan Harbour Bay, hingga Pelabuhan Telaga Punggur.

“Hari ini kami melihat langsung beberapa titik keberangkatan mudik. Di pelabuhan juga terlihat banyak penumpang yang sedang menunggu keberangkatan,” ujarnya.


Baca juga: Jadwal buka puasa Batam dan wilayah Kepri hari ini, 14 Maret 2026



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026