Logo Header Antaranews Kepri

Pertandingan Basket Pomnas XII Dipercepat

Jumat, 16 September 2011 15:55 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Jadwal pertandingan basket pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XII di Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dipercepat dari jadwal karena keterbatasan lapangan.

Pomnas XII baru akan dibuka Minggu (18/9), sedangkan pertandingan basket dimulai Jumat (16/9), kata Humas Pengurus Besar Pomnas, Amri di Batam, Kepri Jumat.

Ia mengatakan pertandingan basket dan voli menggunakan lapangan yang sama. Agar waktunya tidak bentrok, maka cabang olahraga basket didulukan atau dipercepat.

Selain itu, cabang basket diikuti 13 provinsi dan diperkirakan memakan waktu banyak sehingga pertandingan basket didulukan.

"Kita cuma punya satu lapangan yaitu Tumenggung Abdul Djamal, sehingga waktunya diatur sedemikian rupa agar tidak bentrok," kata dia.

Sementara itu, dalam pertandingan babak penyisihan basket, Tim Provinsi Kepulauan Riau unggul dari Banten dengan skor 97-39.

Asisten pelatih tim basket Kepri, Willy, mengatakan Kepri berupaya lolos delapan besar.

"Untuk awal, kami upayakan masuk delapan besar," kata dia.

Ia mengatakan dari seluruh tim yang bertanding, lawan paling berat adalah DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Provinsi Kepri menurunkan 297 atlet yang akan berlaga di 10 cabang olahraga yang dipertandingkan.

Sebanyak 297 atlet itu merupakan mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi yang tersebar di seluruh Kepri.

Pemprov Kepri menargetkan para mahasiswanya meraih dua emas dari cabang karate dan silat.

Pada Pomnas sebelumnya atlet mahasiswa Kepri hanya mampu meraih dua perak dan satu perunggu.

Sekitar 2.400 mahasiswa se-Indonesia dijadwalkan mengikuti Pomnas di Kota Batam, Provinsi Kepri, 18-24 September 2011.

Pomnas di Batam mempertandingkan 10 cabang olahraga, yaitu atletik, bulutangkis, renang, sepak takraw, futsal, basket, voli, karate, silat dan catur.

Dari 10 cabang itu diperebutkan 116 medali emas dari 116 nomor olahraga.

(ANT-YJN/K005/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026