
Dishub Karimun Usulkan Jalan Pendukung Terminal Kolong

Karimun (ANTARA News) - Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengusulkan pembangunan jalan pendukung terminal angkutan umum di Kolong, Tanjung Balai Karimun yang belum dioperasikan sejak selesai dibangun pada 2008.
"Usulan pembangunan jalan pendukung itu sudah kami sampaikan kepada bupati dan berharap dianggarkan dalam APBD 2012," kata Kepala Dinas Perhubungan Karimun Cendra Nawazir di Tanjung Balai Karimun, Minggu.
Cendra mengatakan jalan pendukung yang panjangnya diperkirakan tidak lebih dari dua kilometer, diusulkan dibangun di sepanjang pinggir danau bekas galian tambang timah yang tidak jauh dari lokasi terminal.
"Jalan itu kami peruntukkan tempat memutar angkutan umum yang singgah di terminal. Selama ini, jalan menuju terminal itu merupakan jalan perumahan dan hanya satu arah. Kalau jalan tersebut dibangun, maka angkutan umum bisa berputar mencari penumpang," tuturnya.
Menurut dia, belum beroperasinya terminal yang dibangun pada 2008 dikarenakan belum terpenuhinya sarana pendukung, termasuk jalan.
"Dulu terminal itu sempat beroperasi, namun terhenti karena beberapa faktor, salah satunya jalan. Padahal, di samping terminal sudah berdiri sebuah pasar. Pasar pun jadi sepi dan pedagang berhenti berjualan," ucapnya.
Dia mengatakan akan tetap berupaya untuk mengoperasikan terminal tersebut sebagaimana mestinya agar anggaran yang dihabiskan tidak sia-sia.
"Kami juga telah menggeser beberapa pagar warga sehingga jalan masuk di depan Perumahan Taman Anggrek lebih lebar dan dapat dilalui angkutan umum. Jalan ini nantinya akan terhubung dengan jalan pinggir danau yang kita usulkan untuk dibangun atau diaspal," lanjutnya.
Untuk sementara, kata dia, terminal itu dimanfaatkan sebagai tempat kir kendaraan.
"Kami yakin terminal itu akan beroperasi sesuai peruntukkannya seiring pertumbuhan penduduk," ujarnya.
Mengenai usulan agar lahan terminal tersebut dialihkan untuk sekolah, Cendra enggan berkomentar. Menurut dia, kebijakan pengalihan tersebut tergantung bupati.
"Itu tergantung bupati, tapi menurut saya pengalihan untuk sekolah tidak semudah itu. Apalagi, lahan tersebut dihibahkan oleh warga untuk terminal," katanya.
Terminal Kolong awalnya diperuntukkan bagi angkutan umum atau oplet yang sampai saat ini belum memiliki terminal menaik-turunkan penumpang di Tanjung Balai Karimun.
Di samping terminal juga dibangun sebuah pasar oleh pengembang swasta. Belum beroperasinya terminal tersebut mengakibatkan aktivitas pasar menjadi sepi dan pedagang enggan berjualan tidak ada pembeli.
(ANT-RD/A013/Btm2)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
