Logo Header Antaranews Kepri

Telur Jawa Tidak Akan Mampu Turunkan Harga

Minggu, 16 Oktober 2011 15:09 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Pedagang berpendapat, pilihan dari Kementerian Perdagangan mendatangkan telur dari Jawa tidak akan mampu menurunkan harga telur di Batam yang selalu lebih tinggi dibanding daerah lain.

"Waktu pengiriman yang lama hingga seminggu akan membuat telur asal Jawa tidak mampu bertahan lama. Risiko kerusakan akan sangat tinggi sehingga harga jual telur akan tetap mahal," kata pedagang di Pasar Mitra Raya, Sulaiman, Minggu.

Sulaiman mengatakan, selama ini telur ayam kampung dari Puau Jawa sudah ada yang dimasukkan ke Batam, tetapi kondisinya sudah kurang baik dan hanya mampu bertahan sekitar satu minggu.

Menurut distributor, kata Sulaiman, telur rata-rata diambil dari Jawa Tengah dan dibawa ke Tanjungpriok Jakarta Utara. Sesampai di Tanjungpriok disimpan dalam gudang selama satu malam sebelum dikirim ke Batam dengan kapal.

"Perjalanan dari Tanjungpriok menuju Batam saja memakan waktu lebih dari 24 jam. Belum dari daerah asal ke Jakarta. Menurut distributor, dari tempat asal hingga sampai di Batam memakan waktu satu minggu," tambah dia.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau juga berpendapat harga telur di Batam akan bisa setara dengan daerah lain bila Batam diberi izin impor dari Malaysia.

"Kalau ingin menurunkan harga seharusnya Batam bisa impor dari Malaysia yang jauh lebih murah dan jarak yang lebih dekat. Sesampainya di Batam telur juga masih segar," kata Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan dan Keuangan Kadin Kepri, Amat Tantoso.

Kebutuhan akan telur di Batam saat ini mencapai 25 juta butir tiap bulan dan dipenuhi dari Medan, Sumatra Utara dengan waktu pengiriman empat hari.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian maupun Perdagangan menilai impor telur dari Malaysia untuk Batam tidak diperlukan karena produksi dalam negeri masih mencukupi kebutuhan nasional.

"Kementerian menilai permintaan impor tidak relevan karena produksi telur nasional bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri," kata Kepala Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam Suhartini, Minggu.

Selain mengandalkan pasokan dari Medan, kata Suhartini, kementerian meminta Batam mendatangkan telur dari Jawa dan berbagai daerah lain yang produksi telurnya melebihi kebutuhan lokal.

"Selain Medan, Jawa menjadi salah satu daerah yang paling siap untuk mencukupi kebutuhan telur bagi Batam," tambah dia.

Menurut Suhartini, kementerian menganggap pasokan telur dari Jawa masih di bawah harga telur dari Medan sehingga saat sampai di Batam harganya tidak akan terlalu tinggi.

"Harga telur asal Jawa diperkirakan berkisar Rp680/butir, jauh lebih murah dari telur asal Medan yang mencapai Rp850/butir. Jadi bila mengambil dari Jawa harganya bisa lebih murah," lanjut Suhartini.

Dengan pasokan dari Jawa, kata Suhartini, kementerian berharap harga telur di Batam tidak jauh beda dengan daerah lain.

(pso-292//A013)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026