
Pencurian Marak di Meral Karimun

Karimun (ANTARA Kepri) - Kepala Kepolisian Sektor Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan AKP Mukharom meminta siapa pun proaktif melapor bila menjadi korban tindak pidana pencurian yang kini marak terjadi di rumah-rumah warga.
"Kami meminta warga yang menjadi korban pencurian proaktif melapor untuk memudahkan polisi menyelidiki pelaku," katanya di Meral, Senin.
Dalam sepekan ini, setidaknya tiga rumah warga di Kampung Bukit dibobol maling dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
"Pencuri bahkan membobol rumah seorang guru di Kampung Bukit, Meral di siang bolong. Perhiasan, uang dan barang berharga dibawa kabur. Pencuri juga membawa kabur genset seorang warga di Pangke," kata Kiki, warga
Menurut Mukharom tindak pidana pencurian di tengah masyarakat diperkirakan jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah laporan atau pengaduan yang masuk ke Mapolsek Meral.
"Dalam sebulan kami hanya menerima satu atau dua laporan pencurian padahal informasi yang peroleh, tindak pidana pencurian jauh lebih banyak dari itu," ucapnya.
Dia mengimbau kepada warga untuk tidak segan melapor karena laporan yang diterima polisi tidak dipungut biaya.
"Ada kesan warga takut dipungut biaya jika membuat laporan polisi. Padahal, kami sama sekali tidak memungut biaya bagi warga yang menyampaikan peristiwa kejahatan," ucapnya.
Kapolsek mengatakan partisipasi masyarakat sangat diharapkan dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Warga diharapkan peduli dengan lingkungannya, terutama dalam mengawasi gerak-gerik orang yang dianggap mencurigakan.
"Kami tidak bisa bekerja jika tidak mendapatkan laporan dari warga," katanya.
Dia juga mengungkapkan, umumnya rumah yang dibobol maling sedang dalam keadaan kosong karena penghuni pergi bekerja.
"Untuk mengantisipasi pencuri membobol rumah kosong adalah dengan mengaktifkan ronda. Terpenting, warga harus mewaspadai orang asing yang tidak tinggal di daerah setempat. Kami menduga pelaku pencurian merupakan kelompok atau orang yang sama," tuturnya.
Wilayah Polsek Meral yang sebagian berada di kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) merupakan kecamatan yang memiliki penduduk terpadat di Kabupaten Karimun dengan penduduk yang heterogen.
"Penduduk yang padat dan heterogen rawan tindak kejahatan salah satunya pencurian. Kami kesulitan melakukan pengamanan karena keterbatasan personel sehingga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat," tambah Kapolsek Mukharom.
(pso-028/A013)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
