Logo Header Antaranews Kepri

Laskar Melayu Karimun Minta Penyelidikan Kelangkaan BBM

Kamis, 10 November 2011 18:42 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Dewan Pimpinan Daerah Laskar Melayu Bersatu Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyelidiki penyebab kelangkaan bahan bakar minyak jenis minyak tanah di Tanjung Balai Karimun.

"Kelangkaan kali ini terjadi sejak Minggu (6/11). Penyelidikan harus dilakukan Disperindag bersama Badan Pengatur Hilir Minyak Bumi dan Gas karena sudah berulang-ulang kali," kata Datuk Panglima Muda DPD Laskar Melayu Bersatu (LMB) Karimun, Azman Zainal di Tanjung Balai Karimun, Rabu.

Menurut Azman, penyelidikan untuk memastikan penyaluran minyak tanah yang merupakan BBM bersubsidi tidak disalahgunakan apalagi dioplos oleh oknum pengusaha.

"Kalau penyebabnya jalur pendistribusian yang macet, kami minta sistemnya diperbaiki. Tapi kalau penyebabnya penyimpangan atau pengoplosan, kami minta pelakunya ditindak tegas," katanya.

Dia menilai pengawasan pendistribusian BBM bersubsidi masih lemah sehingga rawan penyalahgunaan yang berpotensi terjadinya kelangkaan.

"Dinas terkait jangan hanya ke lapangan setelah terjadi masalah, melainkan harus rutin mengawasi sehingga dapat mengontrol persediaan BBM di pasaran,'" ucapnya.

Dia khawatir masalah kelangkaan minyak tanah menimbulkan gejolak di tengah masyarakat karena merupakan kebutuhan rumah tangga yang harus terpenuhi setiap hari.

"Kami juga meminta BP Migas lebih intensif mengawasi penyaluran minyak tanah bersubsidi di Karimun," tuturnya.

Dia juga mempertanyakan efektivitas tim monitoring penyaluran BBM bersubsidi yang dibentuk pemerintah daerah beberapa waktu lalu.

"Seharusnya tim monitoring turut melakukan pengawasan. Cabut izin usaha pengusaha BBM nakal," ucapnya.

Kelangkaan minyak tanah di Tanjung Balai Karimun terjadi sejak Minggu bertepatan dengan hari raya Idul Adha.

Rika, warga Pelipit mengaku terpaksa meminjam minyak tanah tetangganya karena kesulitan mendapatkan mendapatkan minyak tanah.

"Pada hari raya Idul Adha, saya terpaksa meminjam minyak tanah tetangga karena tidak menemukan minyak walaupun sudah mendatangi sejumlah pengecer dan pangkalan minyak tanah," katanya.

Sementara itu, puluhan warga antre mendapatkan minyak tanah pada salah satu pangkalan BBM di Jalan Pertambangan Sei Ayam, Kecamatan Tebing, Rabu siang.

Warga berdesak-desakan hingga memasuki ruangan untuk mendapatkan minyak tanah. Pemilik pangkalan terpaksa melayani pembeli melalui sebuah pintu kecil agar warga tidak masuk sampai ke dalam ruangan bagian dalam.

"Saya sudah berkeliling mencari minyak tanah, semuanya kosong kecuali di sini meski harus antre hampir satu jam," kata warga, Bujang sambil menenteng jerigen yang sudah berisi minyak tanah.

Hamid, warga lain mengaku sudah tiga hari mencari minyak tanah tapi baru mendapatkannya pada hari ini.

"Susah masak di rumah kalau tidak ada minyak tanah. Mau tak mau saya terpaksa pakai kayu bakar," katanya.(pso-028/A013)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026