Logo Header Antaranews Kepri

Diskes Natuna Pulangkan PSK Positif AIDS

Selasa, 14 Februari 2012 21:24 WIB
Image Print

Natuna (ANTARA Kepri) - Dinas Kesehatan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau akan melakukan langkah konkrit mengatasi meningkatnya kasus HIV/AIDS di daerah itu dengan memulangkan pekerja seks komersial yang beroperasi secara liar ke daerah asalnya.

"Di Natuna banyak PSK (pekerja seks komersial) yang beroperasi liar, agar mereka tidak menjangkitkan penyakit menular seperti HIV/AIDS maka mereka akan langsung dipulangkan ke daerah asalnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Natuna dr. Faizal di Ranai, Selasa.

Dia mengatakan, selama ini para PSK yang beroperasi liar itu tidak terdata dan dilepas begitu saja.

"Untuk melancarkan proses pemulangan, kami akan melakukan kerja sama dengan daerah asal PSK liar yang diduga berasal dari Kalimantan dan Jawa Barat," katanya.

Selain itu, lanjut dia, dalam waktu dekat akan dibentuk Komisi Penanganan Aids Daerah (KPAD) yang sudah diajukan ke pemerintah daerah dan pihaknya juga sudah memiliki klinik konseling.

Ia mengatakan, belasan kasus HIV/AIDS di Natuna dijumpai secara tidak sengaja pada saat Dinas Kesehatan Natuna melakukan kegiatan donor darah sempena peringatan Hari Kesehatan Nasional di Ranai, September 2011 lalu di lapangan Kantor Bupati Kabupaten Natuna, Pantai Kencana.

"Saat donor darah itu dijumpai belasan darah yang terinfeksi HIV/AIDS," ujarnya.

Ia menduga meningkatnya kasus penyebaran HIV/AIDS di Natuna berasal dari nelayan-nelayan asing yang berlabuh di perairan Natuna. Kabupaten Natuna yang terletak persis di perbatasan dengan enam negara ini menjadi rentan dengan kasus penyakit mematikan ini.

Kondisi ini ditunjang pula dengan data dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna untuk tahun 2011 sebanyak 18 kasus HIV/AIDS. Kasus-kasus tersebut didata berdasarkan pemeriksaan rutin terhadap pasien yang dirujuk ke RSUD Natuna.

Jumlah kasus tersebut tak pelak membuat Bupati Natuna yang baru dilantik April 2011 lalu, Ilyas Sabli khawatir, karena penyakit mematikan tersebut berpotensi akan menyebar dikalangan masyarakat Natuna.

Untuk itu, Diskes Natuna berjanji akan mengumpulkan sejumlah tokoh masyarakat Natuna dari berbagai lapisan guna membahas masalah tersebut.

"Saya akan bahas masalah ini dengan sejumlah tokoh masyarakat dalam waktu dekat ini," ungkap dr. Faizal.

Kabupaten Natuna memiliki jumlah penduduk sekitar 46 ribu jiwa. Geografisnya berbatasan langsung dengan sejumlah negara asing yang berpotensi penyebaran penyakit yang mematikan yang dibawa para nelayan asing yang singgah di daerah itu. (KR-RST/E010)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026