
Peran Pesantren Perbatasan Strategis Tangkal Pengaruh Asing

Batam (ANTARA Kepri) - Peran pondok pesantren di Kepulauan Riau yang berbatasan dengan beberapa negara ASEAN strategis untuk menangkal pengaruh asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Ketua Forum Pemberdayaan Pesantren Kepulauan Riau Rizaldy Siregar di Batam mengatakan, pesantren sebagai institusi yang mengemas dua lingkup pendidikan formal dan non-formal dalam satu durasi kurikulum "full-time", terbukti telah sangat kontributif terhadap pengembangan pendidikan Indonesia terhadap pengembangan idealisme pendidikan nasional.
"Peran pesantren di perbatasan untuk menangkal pengaruh negatif dari luar perlu dioptimalkan kembali demi memperkokoh NKRI. Apalagi Kepri yang diantaranya berbatasan dengan Malaysia dan Filipina," kata Ketua Forum Pemberdayaan Pesantren Kepulauan Riau Rizaldy Siregar di Batam, Minggu.
Ia mengatakan, dengan kondisi Kepulauan Riau yang memiliki lebih dari dua ribu pulau tersebar, bukan tidak mungkin kelompok-kelompok separatis akan menyusup masuk ke Indonesia melalui pesantren-pesantren yang ada di pulau perbatasan.
"Ancaman tersebut harus diwaspadai, karena mungkin saja terjadi di Kepri sebagai laman terdepat Indonesia bagian barat," kata dia.
Dengan pemberdayaan pesantren perbatasan, kata dia, akan mampu menangkal pengaruh negatif yang cenderung pada pergerakan radikalisme dan terorisme masuk ke tanah air.
"Radikalisme dan terorisme adalah pengaruh asing yang masuk ke pesantren, bukan dari pribadi bangsa Indonesia," kata dia.
Secara lebih rinci, Rizaldy juga menyampaikan bahwa pesantren adalah salah satu elemen terpenting dari arsitektur pendidikan nasional Indonesia.
"Pesantren di wilayah perbatasan harus dibekali dengan kemampuan memahamai aspek ekonomi, politik dan social budaya, yang ditopang dengan akidah yang mantab," kata Ketua Umum Ikatan Persatuan Mubaligh Kepri yang juga Ketua Badan Amil Zakat daerah (Bazda) Kepri, Mustamin Husain.
Saat mengadakan seminar di Pondok Pesantren Darul Taufiq, Meral, Kabupaten Karimun yang memiliki 103 santri pada Sabtu (18/2), ia mengatakan bahwa pesantren perbatasan memang membutuhkan peerhatian khusus agar tetap mampu berperan menjaga NKRI.
Ia juga mengatakan, Bazda Kepri akan memberikan bantuan pada pesantren tersebut sebesar Rp20 juta untuk kemajuan pendidikan.
Sebelumnya, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) menilai Kepri yang berbatasan langsung dengan negara-negara lain menjadikan masuk dalam jalur kejahatan trans nasional. Kepri juga memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap tindak terorisme.
Lemhanas meminta pemerintah daerah dapat lebih menegakkan hukum, keamanan dari berbagai upaya penyelundupan.
Untuk itu, peran serta seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan, termasuk para pemangku kepentingan yang ada di daerah.
Menurut Lemhanas, masalah pertahanan dan keamanan di wilayah perbatasan, tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat maupun aparat keamanan semata, tapi juga seluruh masyarakat di daerah.
(KR-LNO/Y006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
