
Kemnaker apresiasi peran Polda Kepri tingkatkan kompetensi para pekerja

Batam (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan RI mengapresiasi inisiatif Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) dalam menyelenggarakan pelatihan vokasi barista dan instalasi listrik guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja di Kota Batam.
Direktur Bina Standarisasi Kompetensi Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker RI Abdullah Qiqi Asmara mengatakan pelatihan vokasi menjadi langkah strategis dalam menekan angka pengangguran di Indonesia.
“Apresiasi kami kepada Polda Kepri yang telah menginisiasi kegiatan ini. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten,” ujarnya di Batam, Jumat.
Ia menjelaskan, Indonesia saat ini memiliki sekitar 158 juta penduduk usia produktif, dengan angka pengangguran mencapai 7,4 juta orang. Selain itu, terdapat sekitar 10 juta generasi muda yang dinilai belum optimal dalam produktivitas kerja.
Menurut Abdullah, sertifikasi kompetensi menjadi kunci penting agar tenaga kerja dapat langsung terserap di berbagai sektor industri yang membutuhkan standar keahlian tertentu.
“Dengan sertifikasi, seseorang memiliki pengakuan kompetensi yang dibutuhkan industri. Pada tahun ini, Kemnaker menargetkan pelatihan vokasi bagi 70 ribu peserta melalui pembiayaan APBN,” katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala Polda Kepri Anom Wibowo menyampaikan pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat khususnya dalam meningkatkan keterampilan kerja.
“Kami menggandeng Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) dalam pelaksanaan pelatihan ini. Ini pertama kali Polda Kepri menginisiasi kegiatan pelatihan seperti ini. Tahun ini ada 32 peserta, dan ke depan diharapkan ada terus,” ujarnya.
Baca juga: Natuna perkuat komitmen wujudkan daerah ramah anak
Sesuai data Badan Pusat Statistik di Agustus 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kepulauan Riau mencapai 6,45 persen atau sekitar 72,56 ribu orang.
Anom mengatakan tingginya arus masuk tenaga kerja ke wilayah ini, seiring berkembangnya industri yang dekat dengan Singapura dan Malaysia, menuntut adanya peningkatan kompetensi melalui sertifikasi.
"Jenis pelatihan pada tahun ini disesuaikan dengan kebutuhan industri, seperti barista dan instalasi listrik, namun untuk kedepan, kemungkinan pengembangan ke bidang lain seperti pengelasan," kata Wakapolda Kepri itu.
Direktur LPK Bhakti Tidar Nusantara Dwipung Wirajaya Saputra, menjelaskan pelatihan yang diberikan meliputi barista selama 18 hari dan instalasi listrik selama 26 hari.
“Peserta berjumlah 32 orang, masing-masing 16 orang untuk barista dan instalasi listrik. Mereka berasal dari Kepri, termasuk pekerja migran, keluarga PMI, binaan BP3MI dan dari Bhabinkamtibmas Polda Kepri,” ujarnya.
Ia menambahkan, pada akhir pelatihan akan dilakukan uji kompetensi yang menghasilkan sertifikat dari lembaga pelatihan kerja (LPK), Balai Latihan Kerja Kemnaker Batam, serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemnaker apresiasi peran Polda Kepri tingkatkan kompetensi pekerja
Pewarta : Amandine Nadja
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
