
Disperindag Perketat Pengawasan BBM Antisipasi Penimbunan

Batam (ANTARA Kepri) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam memperketat pengawasan distribusi bahan bakar minyak untuk mengantisipasi penimbunan menjelang kenaikan harga.
"Pengawasan akan diperketat. Kami akan bekerja sama dengan BPH Migas," kata Kepala Dinas Perindag dan ESDM Kota Batam Ahmad Hijazi di Batam, Senin.
Ia mengatakan kenaikan harga BBM bisa saja dimanfaatkan beberapa pihak untuk mengambil untung dengan menimbun BBM. Untuk mengantisipasinya perlu pengawasan ketat.
Namun, ia menyatakan belum melihat ada upaya sebagian pihak untuk menimbun BBM.
Mengenai kelangkaan solar dan premium di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, ia mengatakan belum dapat menganalisa apakah akibat penimbunan.
Sementara itu, kelangkaan solar dan premium di Kota Batam, Kepulauan Riau sejak dua hari terakhir masih terus terjadi hingga Senin siang.
Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Tiban, Haris, mengatakan belum menerima kiriman solar dan premium dari Pertamina hingga Senin siang ini.
Ia mengatakan, terakhir kali SPBU tersebut mendapat kiriman BBM dari Pertamina pada Sabtu (25/2) pagi.
"Biasanya Senin dinihari atau pagi Pertamina mengirim BBM ke sini. Namun hingga kini kiriman belum tiba," kata dia.
Kelangkaan juga terjadi pada sejumlah SPBU lain di kawasan Sekupang, Batuaji, Sagulung, Tanjunguncang dan Batam Centre. Di Batam Centre, bukan hanya solar yang langka, SPBU kawasan Kapital Raya Batam Centre sejak Minggu juga kehabisan persediaan premium.
Manajer Penjualan Pertamina Wilayah Kepulauan Riau, I Ketut Permadi sebelumnya mengatakan, bahwa setiap Minggu Pertamina tidak melakukan pengiriman BBM ke SPBU.
"Kalau Minggu memang tidak ada pengiriman, Senin dinihari atau pagi kami biasanya sudah kembali mendistribusikan BBM ke sejumlah SPBU yang ada di Batam," kata dia.
Ia mengatakan hingga kini belum menerima angka resmi kuota bahan bakar minyak dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi untuk provinsi tersebut, sehingga pasokan yang diberikan sesuai dengan rata-rata per bulan pada 2011.
Sementara itu, Pemerintah Kota Batam sebelumnya memprediksi pada 2012 akan terjadi kenaikan kebutuhan BBM sebesar 15-16 persen dibandingkan 2011. Tidak adanya penambahan kuota sampai pertengahan Februari membuat kelangkaan terjadi di Batam.
Upaya Pertamina dan Pemerintah Kota Batam membuka SPBU nonsubsidi khusus bagi kendaraan industri juga tidak efektif. SPBU yang terletak di kawasan Baloi, Lubukbaja tersebut cenderung sepi pembeli.
(Y011/Y008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
