
Tim Gabungan Sidak SPBU Batam

Batam (ANTARA Kepri) - Tim gabungan dari Pertamina, Polda Kepulauan Riau, dan Pemerintah Kota Batam melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di kota setempat.
"Ini sebagai antisipasi kemungkinan adanya penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kami ingin melihat kondisi sebenarnya di masing-masing SPBU," kata Manajer Penjualan Pertamina Area Kepulauan Riau (Kepri) I Ketut Permadi saat melakukan inspeksi mendadak di SPBU Harbour Bay Batam, Sabtu.
Ia mengatakan terus melakukan pengawasan agar kelangkaan dan penimbunan BBM tidak terjadi jelang kenaikan harga pada April mendatang.
"Kami akan fokus melakukan pengawasan di lembaga internal penyaluran," kata dia.
Ketut mengatakan dalam inspeksi yang dilakukan pada SPBU Harbour Bay Batam tidak ditemukan penyimpangan. Persediaan yang ada di tangki-tangki SPBU mencukupi.
"Pada SPBU ini pesediaan solar, premium, dan pertamax aman dan mencukupi. Namun kami akan terus melakukan inspeksi mendadak pada seluruh SPBU yang ada di Batam untuk memastikan tidak ada penyelewengan," kata Ketut.
Ia meminta bila ada masyarakat yang mengetahui ada penimbunan BBM agar segera melaporkan ke kepolisan terdekat untuk ditindaklanjuti.
"Apabila terjadi penimbunan atau penyalahgunaan di luar SPBU, itu wilayah hukum. Penegak hukum lah yang akan menindak," kata dia.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam Ahmad Hijazi mengatakan pengawasan akan semakin diperketat menjelang kenaikan harga BBM.
"Berdasarkan pengalaman sebelumnya, menjelang kenaikan harga, banyak SPBU yang mengaku kehabisan persediaan, padahal di dalam tangki persediaan itu masih ada," katanya.
Oleh karena itu, apabila ada yang mengaku kehabisan persediaan akan dilakukan pengecekan secara langsung ke dalam tangki.
Pemilik SPBU mengatakan beberapa hari terakhir penjualan premium per hari berkisar 20 ribu kilo liter, solar 16 ribu kilo liter, Pertamax sekitar 1,5 ribu kilo liter. Tidak ada peningkatan yang signifikan.
(KR-LNO/M008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
