
Disperindag: Ada Ketidakadilan Distribusi BBM di Batam

Batam (ANTARA Kepri) - Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sember Daya Mineral Kota Batam menyatakan ada ketidakadilnan dalam distribusi bahan bakar minyak bersubsidi di Kota Batam antara wilayah daratan dan pesisir.
"Pertamina hanya pilih yang mudah dengan mendistribusikan pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kota saja. Sementara masyarakat pesisir kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak bersubsidi," kata Kepala Dinas perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam Ahmad Hijazi di Batam, Minggu.
Hijazi mentatakan, Pertamina tidak mau mendistribusikan pada nelayan dan masyarakat pesisir yang membutuhkan ongkos tinggi.
"Saat ini di Batam hanya ada satu SPBU terapung di sekitar Sekilak. Itu pun kuotanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nelayan," kata dia.
Satu SPBU terapung tersebut, kata dia, sangat timpang jika dibandingkan di darat yang berjumlah 30 SPBU.
"Kedaan tersebut membuat masyarakat pesisir kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi. Mereka harus mencari SPBU ke darat dengan biaya yang tinggi. Sampai di tempat harganya menjadi jauh lebih tinggi," kata Hijazi.
Ia meminta Pertamina memperbaiki sistem distribusi agar semua masyarakat mendapatkan BBM dengan harga yang sama, baik di darat maupun di wilayah pesisir.
"Sistem distribusi Pertamina harus diperbaiki. Masyarakat pesisir juga harus mendapatkan BBM dengan harga sama dengan yang di darat," kata Hijazi.
Perbaikan sistem distribusi, kata dia, juga bertujuan mengurangi kemungkinan penyimpangan penggunaan BBM bersubsidi untuk industri.
"Bila tidak ada perbaikan, berapa pun kuota BBM bersubsidi di Batam tidak akan mencukupi dan akan terus terjadi kelangkaan," kata dia.
(KR-LNO/E005)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
