
Sebagian Kuota BBM Bersubsidi Batam Dialihkan

Batam (ANTARA Kepri) - PT Pertamina wilayah Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam sepakat mengalihkan sebagian bahan bakar minyak jenis premium bersubsidi untuk sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) daratan ke agen penyalur minyak bersubsidi di pesisir.
"Kami sepakat untuk mengalihkan sebagian untuk nelayan dan masyarakat pesisir yang selama ini kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi," kata Sales Representatif BBM Ritel PT Pertamina area Kepulauan Riau (Kepri), Teuku Desky Arifin di Batam, Rabu.
Teuku mengatakan, kuota pengalihan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pesisir.
"Kami akan melakukan verifikasi dari data yang dimiliki Pemerintah Kota Batam terlebih dahulu, agar jumlah yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan," kata dia.
Pertamina, kata dia, tidak ingin jumlah pengalihan melebihi kebutuhan sehingga ada potensi penyelewengan dan mengakibatkan terjadi kelangkaan pada SPBU darat.
"Intinya kami ingin memberikan kuota pada masyarakat peisir yang selama ini mengalami kesulitan agar lebih mudah mendapatkan BBM bersubsidi dengan harga tidak jauh berbeda dengan masyarakat yang berada di pulau utama," kata Teuku.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam, Ahmad Hijazi menaksir kebutuhan masyarakat pesisir Batam mencapai 720 kilo liter per bulan.
"Saat inipremium bersubsidi yang disalurkan hanya sekitar 320 kilo liter per bulan. Jadi masih jauh dari kuota yang dibutuhkan," kata dia.
Selain premium, kata dia, pasokan solar bersubsidi untuk nelayan juga perlu ditambah sekitar 200 kilo liter per bulan.
"Kami akan sesuaikan dulu daftar pengguna pada masing-masing dinas terkait, seperti Dinas Kelautan Perikanan, Perhubungan, UMKM, sehingga jumlah yang disalurkan akan sesuai," kata Hijazi.
Hijazi mengatakan, pengalihan kuota satu dari beberapa upaya yang dilakukan pemerintah agar masyarakat pesisir mudah mendapatkan BBM bersubsidi.
"Pengalihan sesegera mungkin dilakukan setelah verifikasi selesai," kata Hijazi.
(KR-LNO/S006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
