
BP KPBPB Perbaiki Infrastruktur Terminal Kargo

Batam (ANTARA Kepri) - Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP KPBPB) memperbaiki infrastruktur terminal kargo untuk mensiasati harga transportasi yang tinggi.
"Kami bangun infrastruktur," kata Kepala BP KPBPB Batam Mustofa Widjaya di Batam, Senin.
Pernyataan itu menjawab keluhan Dewan Perekonomian Pembangunan Singapura tentang biaya transportasi kargo Singapura-Batam yang tinggi.
Mustofa mengatakan sudah memanggil INSA dan pengusaha forwarder terkait biaya transportasi kargo. "Kami sudah undang, bicarakan itu juga," kata Mustofa.
BP KPBPB Batam, kata dia, tidak memiliki wewenang menekan harga transportasi kargo. "Kami cuma punya wewenang di tambat, tapi itu kecil," katanya.
Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho mengatakan akan membangun terminal dermaga utara Pelabuhan Batuampar.
Menurut dia, perluasan dilakukan agar pelabuhan tersebut tetap layak digunakan sebagai pendukung status Batam sebagai daerah perdagangan bebas.
Berdasarkan data BP Batam, saat ini panjang dermaga Pelabuhan Batuampar mencapai 1.050 meter dari 3.600 meter yang direncanakan.
Djoko menjelaskan kedalaman pada sisi dermaga adalah 6-12 LWS (lower water sea/dari dalam laut) meter dari 14 LWS meter yang direncanakan.
Kapasitas bongkar muat Pelabuhan Batuampar hanya 230 ribu TEUs (twenty feet equivalent units /unit padanan dua puluh kaki) per tahun dari 1,5 juta TEUs baru yang direncanakan, sedangkan kapasitas sandar kapal sebesar 35 ribu ton.
"Dengan pembangunan tersebut kami berharap pelabuhan Batuampar akan mampu bersaing dengan pelabuhan bongkar muat lain di kawasan Asia Pasifik," kata Djoko. Batuampar adalah terminal bongkar muat terbesar dari tiga fasilitas pelabuhan bongkar muat yang ada di Batam.(Y011/S004)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
