Jakarta (ANTARA) - Produk durian beku asal Indonesia resmi masuk dan didistribusikan langsung ke pasar China melalui Pelabuhan Qinzhou.
Pengiriman perdana dilepas Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) pada 15 Desember 2025 lalu dan tiba di Pelabuhan Qinzhou pada 6 Januari 2026, setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan kepabeanan dan standar karantina.
“Diterimanya durian beku Indonesia di China membuktikan bahwa sistem karantina nasional telah diakui dan dipercaya mampu menjamin standar kesehatan dan mutu produk sesuai persyaratan internasional,” kata Kepala Barantin Sahat Manaor Panggabean dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.
Barantin menyebutkan pengiriman perdana durian beku Indonesia ke China tersebut memiliki volume sekitar 48 ton.
Ia menjelaskan penerimaan durian beku tersebut merupakan implementasi protokol karantina ekspor durian beku yang telah disepakati secara resmi antara otoritas Indonesia dan China melalui konsultasi teknis dan kerja sama bilateral dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: KJRI dan BP3MI dampingi pemulangan PMI bebas hukuman mati dari Malaysia
Kepercayaan pasar China, lanjut Sahat, dibangun melalui penerapan sistem ketertelusuran penuh dari hulu hingga hilir, mulai dari kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman, guna memastikan aspek keamanan pangan, kesehatan tumbuhan, dan mutu produk.
Penerimaan perdana durian beku Indonesia tersebut juga mendukung pengembangan Pusat Perdagangan Buah China-ASEAN sebagai simpul logistik utama perdagangan buah kawasan Asia Tenggara dengan fasilitas kepabeanan dan pemeriksaan terintegrasi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Durian beku Indonesia resmi masuk pasar China

Komentar