Logo Header Antaranews Kepri

Mati Lampu Tidak Ganggu UN Batam

Selasa, 17 April 2012 14:46 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Mati lampu tidak mengganggu pelaksanaan ujian nasional (UN) di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa.

"Mati lampu tidak mengganggu UN," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan saat mengunjungi Montigo Resor Batam.

Mati lampu terjadi ketika "listening" mata pelajaran Bahasa Inggris. Meski begitu, Wali Kota menyatakan tidak menjadi kendala.

"Itu bisa disiasati. Tidak masalah," kata dia tidak merinci.

Wali Kota meminta PT Pelayanan Listrik Nasional Batam tidak mengulangi pemadaman saat UN.

Ia mengatakan, pemadaman lampu tidak dilakukan sengaja oleh B'right PLN Batam.

"Itu ada kesalahan eror," kata dia.

Pemkot Batam memberikan apresiasi tinggi kepada B'right PLN Batam yang sudah berupaya semaksimal mungkin untuk tetap mengidupkan lampu saat UN.

Wali Kota memastikan pelaksanaan UN berjalan lancar.

Sebanyak 6.435 siswa SMA sederajat di Kota Batam, Kepulauan Riau mengikuti Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan secara serentak.

"Peserta UN terdiri dari 3.045 siswa SMA, 390 siswa Madrasah Aliah (MA), 2.995 siswa SMK, dan lima siswa Sekolah Luar Biasa (SLB)," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin.

Muslim mengatakan, total ruang yang dibutuhkan untuk kegiatan UN berjumlah 373 ruang. Sedangkan jumlah pengawas mencapai 756 orang.

Muslim mengatakan, menargetkan kelulusan UN di Batam pada 2012 bisa mencapai 100 persen.

"Target kami sebesar-besarnya, 100 persen, ini sesuai arahan wali kota," katanya.

(Y011/I006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026