Logo Header Antaranews Kepri

Perekonomian Kepri Tumbuh 1,48 Persen

Senin, 7 Mei 2012 21:09 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Badan Pusat Statistik mencatat perekonomian Provinsi Kepulauan Riau pada triwulan I-2012 bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, yang digambarkan oleh produk domestik regional bruto atas dasar harga konstan, tumbuh 1,48 persen.

"Pertumbuhan tersebut terjadi pada hampir semua sektor, hanya sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan yang mengalami pertumbuhan negatif sebesar 0,38 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau, Badar, di Tanjungpinang, Senin.

Produk domestik regional bruto (PDRB) Kepri pada triwulan I-2012 dibandingkan triwulan yang sama 2011 mengalami pertumbuhan sebesar 7,63 persen.

Perekonomian Kepri yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2012 mencapai Rp21, 72 triliun, sedangkan besaran PDRB triwulan I-2012 atas dasar harga konstan 2000 adalah Rp 11,410 triliun.

PDRB pada triwulan I-2012 dibandingkan dengan triwulan I-2011, tumbuh sebesar 7,63 persen. Sektor yang menjadi pendorong pertumbuhan adalah sektor listrik, gas dan air bersih dan sektor konstruksi yang masing-masing tumbuh sebesar 11,05 persen dan 11,01 persen.

Sementara di sisi penggunaan secara riil, pada triwulan I-2012, hampir semua komponen penggunaan tumbuh, kecuali komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yang tumbuh negatif 3,14 persen.

Sedangkan triwulan sebelumnya komponen pertumbuhan tertinggi adalah komponen pembentukan modal tetap bruto tumbuh 3,39 persen.

Secara keseluruhan kumulatif komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,58 persen, komponen pengeluaran konsumsi lembaga swasta nirlaba tumbuh 5,28 persen, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 6,50 persen. Komponen pembentukan modal bruto tumbuh 16,82 persen, komponen ekspor tumbuh 7,37 persen dan komponen impor tumbuh sebesar 10,76 persen.

"PDRB tanpa migas secara berantai triwulan I 2012 dibandingkan triwulan IV 2011 tumbuh sebesar 1,49 persen. Sedangkan triwulan I 2012 dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya tumbuh sebesar 7,77 persen," katanya.

Pada triwulan IV-2011, kata dia, PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp21,284 triliun, kemudian pada triwulan I-2012 meningkat menjadi Rp21,721 triliun. Atas harga konstan 2000, PDRB triwulan IV- 2011 adalah sebesar Rp11,244 triliun, dan pada triwulan I-2012 meningkat menjadi Rp11,410 triliun.

Sedangkan atas dasar harga berlaku, sektor ekonomi yang menunjukkan nilai tambah bruto yang terbesar pada triwulan I 2012 adalah sektor industri pengolahan sebesar Rp10,406 triliun, kemudian sektor perdagangan, hotel dan restoran Rp4,279 triliun, disusul oleh sektor konstruksi sebesar Rp1,695 triliun, dan terakhir sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp 1,695 triliun.

"Sektor ekonomi lainnya masing-masing menghasilkan nilai tambah bruto di bawah Rp1 triliun. Pada perhitungan atas dasar harga konstan 2000, sektor yang memberikan nilai tambah bruto paling besar berturut-turut sektor industri pengolahan sebesar Rp5,752 triliun, sektor perdagangan, hotel, restoran Rp2,673 triliun dan sektor konstruksi Rp563 miliar," ungkapnya.

Badar mengemukakan, pada triwulan I 2012, sektor ekonomi yang memiliki peranan terbesar adalah sektor industri pengolahan yaitu sebesar 47,91 persen, diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 19,70 persen serta sektor konstruksi 7,80 persen.

"Secara keseluruhan ketiga sektor tersebut mempunyai andil peranan sebesar 75,41 persen dalam PDRB," katanya. (KR-NP/A023)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026