
BPS sebut nilai PDRB Kepri naik dua kali lipat dalam sepuluh tahun

Tanjungpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau (Kepri) menyebut nilai tambah ekonomi atau produk domestik regional bruto (PDRB) di provinsi itu mengalami kenaikan dua kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir atau sejak tahun 2015 hingga 2025.
"Dalam satu dekade, PDRB atau nilai tambah ekonomi Kepri naik dua kali lipat, meski sempat turun pada 2020 akibat COVID-19, tapi berhasil pulih bahkan terus meningkat sampai saat ini," kata Kepala BPS Kepri Toto Haryanto Silitonga dihubungi di Tanjungpinang, Minggu.
Toto memaparkan pada 2015, PDRB Kepri tercatat sebesar Rp199,578 triliun, lalu sepuluh tahun kemudian atau per 2025 naik menjadi Rp381,74 triliun.
Baca juga: Natuna siapkan bantuan usaha untuk perempuan dengan ekonomi rendah
Menurut dia, ada tiga struktur utama yang menggerakkan ekonomi Kepri. Pertama, sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi dalam sepuluh tahun terakhir dengan tren peningkatan yang cukup signifikan.
Pada 2015, nilai ekonomi industri pengolahan tercatat sebesar Rp74,97 triliun atau 40 persen dari total PDRB saat itu, kemudian di 2025 naik menjadi Rp158,69 triliun atau menyumbang 41 persen dari total PDRB Kepri.
Baca juga: Kasus sabu 2 ton di Kapal Sea Dragon: Kejari Batam tegaskan tuntutan mati sesuai UU
Kedua, struktur usaha perdagangan juga meningkat signifikan dari 2015 sebesar Rp15,42 triliun, lalu 2025 naik mencapai Rp35,97 triliun.
"Ini menunjukkan aktivitas distribusi dan konsumsi dari perdagangan di Kepri semakin kuat, karena naik lebih dari 100 persen," ujar Toto.
Lebih lanjut ia mengatakan struktur ketiga adalah akomodasi dan makan-minum tahun 2015 sebesar Rp3,95 triliun, lalu di 2025 naik menjadi Rp6,98 triliun.
Sektor tersebut didominasi dari jasa pariwisata hingga perhotelan yang terus bertumbuh pasca pandemi COVID-19.
"Jadi dapat disimpulkan, struktur ekonomi Kepri tak hanya bertumpu pada industri pengolahan, tapi juga ditopang perdagangan, akomodasi termasuk konstruksi," kata Toto.
Baca juga: Korupsi drainase Anambas: Polres serahkan 3 tersangka ke jaksa
Pewarta : Ogen
Editor:
Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026
