Logo Header Antaranews Kepri

Polresta Barelang Jaga SPBU Antisipasi Penyelewengan

Selasa, 15 Mei 2012 21:37 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Kepolisian Resor Kota Batam Rempang dan Galang Provinsi Kepulauan Riau menempatkan beberapa personel untuk menjaga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum mengantisipasi penyelewengan.

"Kami menempatkan beberapa personel di sejumlah SPBU di Batam," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Batam Rempang dan Galang (Polresta Barelang) Komisaris Besar Polisi Karyoto usai menginspeksi beberapa SPBU di Batam, Selasa.

Ia mengatakan, curiga terjadi penyalahgunaan bahan bakar solar subsidi dengan minyak itu langka di pasar Batam.

Menurut dia, para penyeleweng solar menggunakan kendaraan yang tangki solarnya dimodifikasi sehingga dapat menampung bahan bakar.

"Indikasi mobil modifikasi, penyelundup solar masih bermain," kata dia.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi Pertamina Kepri, pasokan solar normal sehingga seharusnya Batam tidak kekurangan bahan bakar bersubsidi itu. Atas informasi itu, dia mengataan dugaan ada penyelewengan di SPBU.

Kapoltabes juga menyatakan agar SPBU aman dari tindak penyalahgunaan, maka seharusnya tempat layanan publik itu tidak buka 24 jam agar pengawasan dapat dilakukan penuh.

Jika buka 24 jam maka dikhawatirkan penyelewengan dilakukan pada malam hari.

"Namun keinginan tersebut tentu harus di setujui oleh pihak terkait dalam hal ini Pertamina," kata dia.

Pasokan bahan bakar solar di sejumlah SPBU Kota Batam diperkirakan kosong hingga Kamis (17/5). Pertamina memasok bahan bakar dua kali seminggu, Senin dan Jumat atau Selasa dan Jumat. Pasokan solar baru dapat diisi kembali Jumat (18/5), sehingga bahan bakar itu dipastikan kosong hingga Kamis.

Menurut dia, pembelian solar meningkat tajam. Pertamina mengisi persediaan Senin (14/5), namun pada Selasa sudah habis. Sedangkan bahan bakar lainnya tetap normal.

"Biasanya jika normal, penjualan per hari paling antara lima atau enam kilo liter. Sekarang, sehari habis 16 kilo liter," sambung Jamroji.

Setiap pengisian, Pertamina menyetok sekitar 16 kilo liter untuk tiap SPBU.

"Seminggu mendapat 32 kilo liter," kata dia saat inspeksi mendadak Kepala Polresta Batam Rempang dan Galang Kombes Pol Karyoto.

Sementara itu, Pertamina Wilayah Kepulauan Riau menyatakan terjadi lonjakan permintaan bahan bakar minyak di Kota Batam sejak beberapa pekan terakhir.

"Sejak beberapa pekan terakhir terjadi lonjakan permintaan terutama solar dan premium di atas normal," kata Manajer Penjualan PT Pertamina area Kepulauan Riau, I Ketut Permadi.

Ketut tidak merinci secara pasti berapa lonjakan yang diminta oleh pengusaha SPBU di Kota Batam beberapa pekan terakhir. "Yang jelas biasanya sekali kirim cukup untuk tiga hari, namun sekarang sehari saja sudah habis dan meminta tambahan pasokan," katanya. (Y011/S023)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026