
TNI-Polri Dilibatkan Jaga SPBU di Batam

Batam (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kota Batam melibatkan TNI dan Polri untuk mengawasi distribusi dan menjaga seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum sebagai upaya mengurangi penyelewengan bahan bakar minyak yang mengakibatkan kelangkaan sejak awal Mei 2012.
"Kami bersama seluruh muspida sepakat melibatkan TNI untuk menjaga setiap SPBU di Batam. Sementara anggota polisi akan mengawal setiap mobil penganggkut BBM dari depo Pertamina menuju SPBU," kata Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan sesaat setelah menggelar rapat dengan seluruh unsur Muspida Kota Batam, Selasa.
Dahlan mengatakan, selama ini disinyalir banyak terjadi penyelewengan penggunaan BBM bersubsidi sehingga terjadi kelangkaan yang berlarut-larut.
"Itu hanya salah satu cara untuk mengatasi kelangkaan BBM yang sudah sangat darurat ini. Kami juga telah mengajukan penambahan kuota ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH-Migas) agar tidak lagi terjadi kelangkaan hingga akhir tahun," kata dia.
Selain indikasi penyalahgunaan BBM bersubsidi ke industri oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, kata dia, kelangkaan BBM di Batam juga terjadi akibat pengurangan jatah yang diberikan oleh BPH-Migas bila dibanding 2011.
"Bagi oknum-oknum yang terlibat Pemkot bersama seluruh Muspida telah sepakat untuk mengambil tindakan hukum. Untuk pengurangan jatah, kami tengah berupaya mengajukan permohonan penambahan," kata Dahlan.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam, Ahmad Hijazi mengatakan kuota BBM di Batam berkurang 30 persen bila dibanding 2011.
"Sebenarnya pada akhir 2011 lalu kami mengajukan tambahan sebesar 11 persen sesuai dengan kebutuhan. Sementara tenyata kuota malah dikuraangi hingga 30 persen, akibatnya kelangkaan mulai terjadi," kata dia.
Hijazi mengatakan, telah mengajukan surat ke BPH-Migas agar setidaknya kuota BBM bersubsidi untuk Batam sama dengan 2011.
"Kami tengah mengupayakan agar BPH-Migas menambah kuota untuk Batam setidaknya sama dengan 2011 lalu," kata dia.
Sejak awal Mei, hingga Selasa sore, sejumlah SPBU di Batam terus mengalami kelangkaan BBM terutama jenis solar. Pada sejumlah SPBU lebih dari satu minggu tidak mendapat pasokan.
Sementara, antrean panjang nampak pada SPBU di kawasan Batam Centre dan Tiban yang masih memiliki persediaan solar. (KR-LNO/E001)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
