
Kantor BPS Batam Dirampok

Batam (ANTARA Kepri) - Beberapa peralatan kantor dan sebuah mobil dinas Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Kamis dinihari dirampok.
"Perampok bersebo, diperkirakan berjumlah lima orang, membawa kabur empat laptop, delapan handpone, dan sebuah mobil dinas jenis Isuzu Panter BP 1002 C milik negara yang diparkir di halaman kantor," kata Kepala Pelaksana Harian Tata Usaha BPS Kota Batam, Doni Cahyo Wibowo di Batam, Kamis siang.
Doni mengatakan, perampokan diperkirakan terjadi pada Kamis sekitar pukul 03.00 WIB dan berlangsung cepat.
"Pertama mereka masuk dari pintu lantai satu dengan cara mencongkel dan menyekap dua penjaga sehingga mereka leluasa melakukan aksi," kata dia.
Karena berupaya melawan, kata dia, satu penjaga dipukuli hingga babak belur sebelum akhirnya diikat dan dibekap mulutnya.
Doni mengatakan, perampok kemungkinan pertama kali masuk melalui pintu lantai satu bagian belakang dengan cara mencongkel.
Setelah masuk mereka menyekap dua penjaga, sehingga leluasa mengacak-acak ruangan di lantai satu, namun tidak menemukan barang-barang berharga.
Selanjutnya, kata dia, beberapa perampok naik ke lantai dua dan mengobrak-abrik tiga ruangan terdiri dari ruang ketua, dan dua ruang data setelah mencongkel daun pintu yang dikunci.
"Seluruh ruangan diacak-acak sebelum akhirnya mereka membawa kabur empat laptop, delapan handpone termasuk milik penjaga, uang sekitar Rp2 juta dalam lemari besi dan menemukan anak kunci ganda mobil yang akhirnya dibawa kabur," kata Doni.
Doni mengatakan, telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batam Kota. Aparat kemudian datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kami sudah memberikan laporan, polisi telah datang untuk olah TKP," kata dia.
Pihak Polsek Batam Kota saat dihubungi nenyatakan telah menerima laporan tentang perampokan tersebut dan tengah melakukan penyelidikan. (KR-LNO/A013)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
