Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Natuna Minta Maaf

Jumat, 1 Juni 2012 23:10 WIB
Image Print

Natuna (ANTARA Kepri) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna melalui Kepala Bagian Humas, Helmi Wahyuda dalam acara coffee morning dengan 50 lebih wartawan, Jumat meminta maaf atas pernyataan Jasman Harun, Kadis Pendidikan setempat.

"Kami atas nama humas turut meminta maaf atas pernyataan Kadis Pendidikan, Jasman Harun atas pernyataan yang kami nilai tidak etis apalagi diungkapkan di depan umum," ungkapnya di Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Lebih lanjut, Yuda mengibaratkan hubungan antara wartawan dan nara sumber sebagai layaknya keluarga. "Sesuai hak dan kewajiban masing-masing," ujarnya.

Dia mengulas atas pernyataan Jasman Harun sebagai pernyataan diluar konteks."Semoga ke depan peristiwa ini tidak terjadi lagi," harapnya.

Sementara itu, tiga organisasi wartawan, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Natuna, PWI Reformasi dan Asosiasi Wartawan Indonesia (ASWARI) sudah menentukan sikap atas pernyataan Jasman Harun.

"Kami sudah melayangkan surat resmi ke pihak terkait dan ditembuskan ke Ketua DPRD dan Bupati Natuna agar mengklarifikasi pernyataan tersebut," ungkap Ketua PWI Natuna, Ramalius Piliang.

Ramalius menegaskan dalam waktu tiga hari ditunggu untuk tanggapan terhadap surat resmi tersebut.

Selanjutnya dalam dialog dua arah tersebut, Yuda juga tidak memungkiri bahwa banyak nara sumber yang merasa takut untuk menemui wartawan bahkan mengakui sulitnya berkomunikasi dengan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

"Sehingga menyulitkan wartawan untuk melakukan konfirmasi," jelasnya menjawab permasalahan yang dihadapi para awak tinta tersebut di lapangan.

Untuk ke depan, menurut Yuda, pihaknya akan membuat kondisi lebih kondusif agar tercipta komunikasi secara aktif,khususnya dalam hal kepentingan pemberitaan.

"Termasuk kegiatan SKPD agar kegiatan tersebut bisa menyumbang demi kemajuan pembangunan di Kabupaten Natuna," tutupnya. (KR-RST/M009)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026