Logo Header Antaranews Kepri

Masyarakat Pulau Seluan Bertumpu pada Hasil Laut

Rabu, 6 Juni 2012 18:47 WIB
Image Print

Natuna (ANTARA Kepri) - Sebagian besar masyarakat Pulau Seluan, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), bertumpu pada hasil laut untuk memenuhi kebutuhan hidup, ungkap Sekretaris Desa Klarik Barat, Pulau Seluan, Sukri.

"Masyarakat kami 70 persen bergantung pada hasil laut," kata Sukri di Pulau Seluan, Rabu.

Pada umumnya hasil laut itu dijual kepada salah seorang pengusaha bidang perikanan, Nato. "Ikan jenis napoleon dan kerapu serta kakap yang masih hidup dijual kepada Nato," ujarnya.

Sementara, sebagian ikan yang mati dijual ke wilayah Sedanau dengan jarak tempuh empat jam dengan menggunakan alat transportasi yang biasa disebut pompong (kapal motor kecil) dua GT.

"Inilah yang menjadi kendala kami, kesulitan transportasi. Semua aktivitas kami tertuju ke Sedanau. Sementara, kami hanya menggunakan pompong dua GT," ujarnya.

Masyarakat setempat sangat berharap dapat bantuan tarnsportasi dari pemerintah daerah setempat untuk mempercepat pemasaran hasil laut sebelum komoditas itu rusak, katanya.

Selain itu, masyarakat setempat juga sering mengalami kendala sinyal komunikasi, katanya.

"Sinyal hanya ada di kawasan pelabuhan yang merupakan jalur sinyal dari Klarik," jelasnya.

Pulau Seluan, selain merupakan pulau penghasil laut, juga memiliki kopra dan cengkih sebagai hasil perkebunan, namun jumlahnya tidak begitu besar.

Pulau Seluan yang terdiri dari dua desa, Klarik Barat dan Seluan Barat terpisah dari ibu kota kecamatan, yakni Klarik yang masih berada di Pulau Bunguran Besar.

Termasuk dalam Kecamatan Bunguran Utara dengan delapan desa dan Klarik sebagai ibu kota kecamatan.

Desa Klarik Barat terdiri dari 121 KK dengan 480 jiwa dan Desa Seluan Barat yang merupakan pemekaran desa tahun 2007 dihuni oleh 83 KK dengan sekitar 300 jiwa penduduk. (KR-RST/F002)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026