
BPPT-BP Batam Bekerja Sama Pusat Data

Batam (ANTARA Kepri) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Pengusahaan Batam bekerja sama memanfaatkan masing-masing fasilitas pusat data, kata Kepala Balai Jaringan Informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEKnet) BPPT, Dwi Handoko.
"Kami memanfaatkan Data Center Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai 'disaster recovery center' (DRC) untuk aplikasi Komputasi Awan BPPT. Sebaliknya BP Batam menggunakan Data Center BPPT guna mem-'back-up' data BP Batam untuk data perusahaan, aplikasi e-Government dan aplikasi Sistem Informasi Keluar Masuk Barang (SIKMB)," kata dia di Batam, Jumat.
Kedua lembaga, bertukar layanan pusat data komputasi awan (cloud computing), wujud pemanfaatan kemajuan teknologi internet dan informasi terkini sebagai penopang penyimpanan DRC.
"Aplikasi Cloud Computing BPPT menggunakan ruang khusus Pusat Data BP Batam dengan 10 rak server sebagai DRC," kata dia.
Dwi menjelaskan, Pusat Data IPTEKnet BPPT untuk jaringan servernya berada di Jakarta dan "storage server"-nya di Serpong.
"Saat ini BPPT melayani tiga aplikasi komputasi awan yakni 'Software as a Service' (SaaS), 'Platform as a Service' (Paas) dan 'Infrastucture as a Service' (Iaas)," kata Handoko.
Kepala Pusat Pengelolaan Data dan Sistem Informasi BP Batam, Donald Panjaitan dalam kesempatan yang sama mengatakan pertukaran layanan data itu sebagai pengembangan pengoperasian layanan data milik BP Batam agar terjamin.
Ia mengatakan pusat data milik BP Batam sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk melayani teknologi komputasi awan sebagai pusat data ataupun pusat penyimpanan data cadangan (disaster recovery center).
"Pusat data BP Batam, saat ini sudah memenuhi standar SS507 atau standar teknis untuk data center. Jadi bisa dimanfaatkan oleh pemerintah maupun swasta," kata dia.
Ia berharap, seluruh perusahaan di Batam dan daerah lain memanfaatkan IT centre BP Batam sebagai pusat penyimpanan data mereka. (KR-LNO/A013)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
