
PLN Pastikan Interkoneksi Batam-Bintan Berlanjut      Â

Batam (ANTARA Kepri) - Pelayanan Listrik Nasional Batam memastikan, rencana interkoneksi Batam-Bintan pada awal 2013 berlanjut, tidak terganggu dengan kerusakan generator pembangkit Panaran yang mengakibatkan pemadaman bergilir di Batam sejak beberapa pekan terakhir.
"Pemadanam akibat kerusakan generator pembangkit Panaran belum teratasi, namun tetap tidak akan mengganggu rencana interkoneksi," kata Direktur Utama PT PLN Batam Dadan Koernadipoera di Batam, Minggu.
Ia mengatakan, interkoneksi Batam-Bintan tetap akan dilakukan sesuai rencana karena pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam, Telagapunggur berkekuatan 2x55 megawatt (MW) saat ini hampir rampung.
"Satu pembangkit sudah kami uji coba pada awal Mei. Saat uji coba baru bisa menghasilkan 20 MW, karena belum dioperasikan secara maksimal. Pembangkit yang satunya akan segera menyusul," kata dia.
Operasi komersial PLTU Tanjung Kasam akan mendukung keandalan sistem kelistrikan di Pulau Batam dan secara langsung meningkatkan pelayanan PLN Batam kepada masyarakat.
Listrik dari PLTU Tanjung Kasam rencananya juga akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik Pulau Bintan di seberang Pulau Batam.
PT PLN Batam sebelumnya sudah menandatangai kerja sama dengan PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau dan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera 1 tentang pembangunan transmisi interkoneksi listrik Batam-Bintan dan Belakang Padang di Batam beberapa waktu lalu.
Rencana tersebut didukung Komisi XI DPR karena dinilai interkoneksi itu selain akan mengatasi masalah kekurangan pasokan listrik juga dapat mempercepat pertumbuhan industri di Pulau Bintan.
"Bila pasokan listrik memadai akan banyak industri bermunculan di Bintan," kata Anggota Komisi XI DPR RI, Harry Azhar Aziz.
Sebelumnya, Direktur Operasi Indonesia Bagian Barat PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Hari Jaya Pahlawan mengatakan saat ini PLN Batam memiliki kelebihan daya listrik sekitar 56 MW pada beban puncak pemakaian (pukul 19.00-22.00 WIB).
"PLN Batam saat ini memiliki daya 320 MW, padahal beban puncak pemakaian di Batam hanya sekitar 264 MW. Kelebihan yang dimiliki bisa digunakan untuk memasok kebutuhan di Bintan," kata dia.
(KR-LNO/N002)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
